Sekolah Rakyat Trenggalek Jadi Harapan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Bogor, Denting.id – Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek membawa harapan baru bagi pemerataan akses pendidikan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Sekolah yang menjadi bagian dari program strategis nasional tersebut ditujukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan, dengan pendidikan sebagai salah satu pintu masuk untuk memutus rantai kemiskinan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Drs. Stefanus Triadi Atmono, M.Si, mengatakan keberadaan Sekolah Rakyat menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek di Jawa Timur, Jumat (31/7/2026).

“Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah memastikan setiap anak, khususnya dari kalangan kurang mampu atau yang sempat putus sekolah, mendapatkan hak atas layanan pendidikan berkualitas tanpa biaya,” ujar Stefanus, dalam siaran pers, Sabtu (1/8/2026).

Tinggal di Asrama, Belajar Sekaligus Dibina

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek tidak menerapkan pola sekolah reguler. Para siswa akan tinggal di asrama selama 24 jam dalam lingkungan sekolah.

Selama berada di asrama, siswa mendapatkan pendampingan dari wali asuh dan wali asrama. Sistem tersebut tidak hanya dirancang untuk menunjang proses belajar, tetapi juga memberikan pembinaan karakter dan membangun kebiasaan positif bagi para siswa.

Pola pendidikan berasrama ini juga diharapkan memberikan rasa aman bagi orang tua, karena aktivitas anak selama mengikuti pendidikan mendapat pendampingan secara langsung.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 241 calon siswa baru dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Mayoritas calon siswa berasal dari wilayah Kabupaten Trenggalek. Tercatat sekitar 94 persen calon siswa berasal dari berbagai kecamatan di Trenggalek, sementara sisanya berasal dari luar daerah.

Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai