Jakarta, Denting.id – Ketegangan antara China dan Jepang kembali mencuat setelah kapal dan pesawat Jepang dilaporkan mengganggu formasi Angkatan Laut (AL) China yang tengah menjalankan latihan rutin di perairan internasional. Insiden tersebut terekam dalam percakapan radio yang diperoleh media China, Global Times.
Dalam rekaman audio itu, pihak Jepang memperkenalkan diri sebagai “Japan Navy” atau “Angkatan Laut Jepang” saat berkomunikasi dengan gugus tugas AL China. Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari pihak China yang menilai istilah tersebut tidak sesuai dengan ketentuan konstitusi Jepang.
“Armada Jepang, ini gugus tugas Angkatan Laut China. Apa yang Anda sebut ‘Angkatan Laut Jepang’ telah melanggar konstitusi Anda. Anda hanya dapat mempertahankan Pasukan Bela Diri. Perhatikan ucapan Anda,” demikian respons yang disampaikan pihak China melalui komunikasi radio.
Namun, Jepang tetap mempertahankan penyebutan tersebut dan menyatakan bahwa aktivitas yang dilakukan berada di wilayah udara internasional serta telah menjaga jarak aman sesuai hukum dan praktik internasional.
Menanggapi hal itu, China kembali memberikan peringatan agar Jepang menghentikan tindakan yang dinilai berpotensi memicu salah perhitungan di lapangan.
“Jika terjadi kesalahpahaman dan kesalahan perhitungan, hentikan tindakan Anda dan segera pergi,” tegas pihak China.
Insiden ini kembali menyoroti hubungan yang masih diwarnai ketegangan antara Beijing dan Tokyo, terutama terkait aktivitas militer di kawasan Asia Timur.
Baca juga: Iran Siapkan Balasan Besar Jika AS Serang Infrastruktur
Sebagai informasi, Konstitusi Jepang, khususnya Pasal 9, menegaskan penolakan terhadap perang sebagai hak kedaulatan negara serta melarang pemeliharaan angkatan perang. Meski demikian, Jepang tetap memiliki Pasukan Bela Diri (Self-Defense Forces) yang berfungsi untuk pertahanan nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jepang juga mulai memperluas peran dan kemampuan militernya sebagai respons terhadap dinamika keamanan regional.

