Jakarta, Denting.id – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. Meski situasi dunia dinilai penuh ketidakpastian, Prabowo menegaskan Indonesia tidak boleh larut dalam kepanikan.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu dengan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dari tingkat pusat maupun daerah di Istana Negara.
“Situasi global sangat rawan, tapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan. Justru kita harus lebih sadar. Bertindak, berkata, dan bertutur kata harus dengan kearifan dan kebaikan. Kita waspada karena memang kita negara sangat besar, kita negara sangat kaya,” ujar Prabowo.
Presiden menilai kekayaan sumber daya alam Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan. Menurutnya, sejak zaman dahulu Nusantara telah menjadi incaran bangsa-bangsa lain karena memiliki komoditas strategis seperti rempah-rempah dan kayu berkualitas yang dibutuhkan untuk pelayaran.
“Kalau mau punya angkutan laut yang kuat, kapal perlu rempah-rempah supaya makanan tidak busuk dan membutuhkan kayu yang cocok untuk pelayaran. Kayu-kayu itu ada di Nusantara. Karena itu mereka datang mencari kita untuk rempah-rempah dan kayu,” katanya.
Prabowo mengatakan sejarah membuktikan bahwa negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam sering kali menghadapi tekanan dan persaingan geopolitik dari berbagai pihak.
Sebagai contoh, ia menyinggung konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah yang dinilainya tidak terlepas dari besarnya cadangan energi dan mineral strategis yang dimiliki wilayah tersebut.
“Yang kita bahas ini sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore, tiap malam kita melihat berita tentang eskalasi, eskalasi, eskalasi,” ucapnya.
Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan bahwa strategi divide et impera atau politik adu domba masih menjadi ancaman nyata dalam dinamika global saat ini.
“Divide et impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah, itu nyata. Divide et impera nyata,” tegas Prabowo.
Baca juga: Kehadiran Prabowo di Zikir Kebangsaan Monas Dikawal 1.263 Personel Gabungan
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersatu, bijak dalam bersikap, serta menjaga kepentingan nasional di tengah meningkatnya tensi geopolitik dunia.

