MBS dan Trump Bahas Timur Tengah, Dorong Dialog untuk Redakan Konflik Iran

Jakarta, Denting.id – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah melalui percakapan telepon. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin menekankan pentingnya upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan yang terus meningkat di kawasan.

Berdasarkan laporan Kantor Berita Saudi (SPA), MBS menegaskan bahwa dialog harus menjadi prioritas utama guna menurunkan eskalasi konflik. Menurutnya, langkah diplomatik diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan serta mencegah meluasnya peperangan.

Selain membahas situasi regional, MBS dan Trump juga meninjau kerja sama bilateral antara Arab Saudi dan Amerika Serikat, termasuk peluang untuk memperkuat hubungan di berbagai sektor.

Di sisi lain, Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Israel sepakat menunda rencana serangan baru terhadap Iran dengan syarat tercapai kesepakatan damai dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social.

Trump mengatakan Washington tetap siap menghadapi Iran jika diperlukan. Namun, ia mengaku menerima permintaan dari Teheran dan sejumlah negara Timur Tengah agar serangan ditunda demi membuka peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

Menurut Trump, kesepakatan yang diharapkan harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh serta penghentian ancaman nuklir Iran. Ia juga menyebut Israel mendukung komitmen tersebut.

Meski demikian, prospek perdamaian masih menghadapi tantangan besar. Konflik yang telah berlangsung lebih dari lima bulan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Kesepakatan gencatan senjata sebelumnya dengan syarat serupa, termasuk pembukaan Selat Hormuz, gagal terlaksana. Iran bahkan memperketat pengawasan di jalur pelayaran strategis itu setelah kembali terjadi saling serang dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Houthi Diduga Serang Arab Saudi dari Irak

Meningkatnya kembali ketegangan di kawasan turut berdampak pada pasar energi global. Harga minyak dunia yang sempat mereda saat gencatan senjata kini kembali mengalami kenaikan seiring berlanjutnya konflik.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai