Kebakaran Hutan di Ketapang Telan Korban Jiwa, Pria 26 Tahun Ditemukan Meninggal

KETAPANG, Denting.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memakan korban jiwa. Seorang pria berusia 26 tahun bernama Taufik Hidayat ditemukan meninggal dunia di area kebakaran di ruas Jalan Pelang–Kepuluk, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

 

Korban ditemukan oleh tim gabungan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 01.30 WIB di kawasan Kilometer 5 hingga Kilometer 10 Jalan Pelang–Kepuluk. Penemuan tersebut dilakukan setelah petugas melakukan penyisiran di lokasi kebakaran yang sebelumnya dilaporkan melanda wilayah tersebut.

 

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan, jasad korban ditemukan di tengah area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk dilakukan proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

 

“Korban ditemukan oleh tim gabungan saat melakukan penyisiran di lokasi kebakaran. Selanjutnya korban dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKBP Muhammad Harris.

 

Hingga kini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Selain itu, petugas juga mendalami apakah korban terjebak saat kebakaran terjadi atau terdapat faktor lain yang menyebabkan meninggal dunia.

 

Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut terus dilakukan. Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, serta unsur relawan berupaya mencegah api meluas ke kawasan lain, mengingat kondisi cuaca kering dan angin kencang berpotensi mempercepat penyebaran titik api.

 

Pemerintah bersama aparat keamanan mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan dan membahayakan keselamatan jiwa maupun lingkungan.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada kerusakan ekosistem serta pencemaran udara, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat. Aparat memastikan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian sekaligus mencegah insiden serupa terulang kembali.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai