Jakarta, Denting.id – Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna angkat bicara terkait nama Febrio Adiono yang ramai diperbincangkan setelah disebut menjadi salah satu orang yang mengantar jenazah Sutrimo.
Sutrimo diketahui meninggal dunia dalam kondisi mulut berbusa di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026).
Anang membenarkan bahwa Febrio merupakan pegawai Kejaksaan Agung. Namun, ia menegaskan Febrio bukan seorang jaksa, melainkan pegawai yang bertugas di bidang administrasi.
“Yang namanya saudara Febrio yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa. Pegawai Kejaksaan. Dia administrasi biasa,” kata Anang, Jumat (7/8/2026) malam.
Anang menjelaskan, Febrio sebelumnya merupakan ajudan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Namun, setelah Febrie tersangkut perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrio kini menjalankan tugas sebagai staf administrasi biasa.
“Stafnya (Febrie) ya. Iya (stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya),” ujar Anang.
Sementara itu, Anang mengaku tidak mengetahui sosok Sutrimo. Ia menegaskan bahwa Sutrimo bukan merupakan bagian dari institusi Kejaksaan.
“Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu,” jelasnya.
Sebelumnya, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Firman Wijaya, juga telah memberikan klarifikasi mengenai status Sutrimo.
Firman menyebut Sutrimo bukan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah. Menurutnya, Sutrimo hanya bertugas menjaga sebuah rumah kosong dan membersihkan halaman.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian publik terhadap kematian Sutrimo serta munculnya sejumlah nama yang disebut memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut.
Baca juga: Kejagung Geledah Rumah Tersangka Nurman Herin di Bandung
Hingga kini, pihak berwenang masih menjadi rujukan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang kematian Sutrimo dan keterkaitan orang-orang yang disebut dalam kasus tersebut.

