Bogor, Denting.id – Semarak perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kian terasa di pusat Kota Bogor. Kawasan ikonik Tepas Lawang Salapan Dasakreta yang letaknya berdampingan dengan Tugu Kujang kini mulai bersolek mengenakan ornamen bernuansa kebangsaan.
Pemasangan umbul-umbul tersebut diinisiasi oleh panitia Festival Merah Putih (FMP) yang mulai bekerja sejak Senin (10/8/2026) malam, tepatnya pada pukul 22.30 WIB.
“Malam ini kita mulai menghias Lawang Salapan. Ini memang sudah menjadi program rutin tahunan dari Festival Merah Putih,” terang Jimmy Chater, Koordinator Merah Putih kawasan Lawang Salapan, saat ditemui di lokasi pengerjaan.
Libatkan Damkar Taklukkan Pilar Raksasa
Pemasangan kain merah putih di deretan pilar megah tersebut bukanlah pekerjaan sederhana. Ukuran tiang yang sangat besar dan menjulang tinggi menuntut teknik khusus, terutama saat proses mengikatkan kain dari ujung atas hingga ke bawah agar membentuk tabung yang presisi.
Guna memastikan keamanan dan kelancaran proses ini, panitia FMP menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor melalui pengerahan logistik dan sumber daya manusia:
- Dukungan Armada: Pengerahan satu unit mobil pemadam kebakaran yang dilengkapi tangga hidrolik khusus untuk menjangkau titik tertinggi pilar.
- Kesiagaan Personel: Sekitar 10 personel Damkar diterjunkan untuk membantu proses instalasi sekaligus mengamankan area pengerjaan.
“Kalau tidak pakai mobil tangga, naik ke atasnya sangat susah. Tiang ini kan besar, jadi memang bukan perkara mudah dan harus menggunakan teknik tersendiri,” imbuh Jimmy.
Target Dipercepat Pasca-Renovasi PUPR
Secara tradisi, pembungkusan pilar dengan ornamen merah putih di Lawang Salapan biasanya sudah mulai dikerjakan pada penghujung Juli (berkisar tanggal 27–29) agar siap sepenuhnya pada tanggal 31 Juli. Namun, jadwal tahun ini terpaksa bergeser. Kawasan tersebut baru saja selesai menjalani perbaikan dan renovasi struktur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang rampung pada Minggu (9/8/2026).
Merespons penundaan tersebut, panitia berupaya memangkas durasi pengerjaan. Jika biasanya memakan waktu hingga tiga malam berturut-turut, kali ini Jimmy dan tim menargetkan penyelesaian hanya dalam dua malam pengerjaan.
“Target awal memang tiga hari, tapi kita usahakan selesai dalam dua hari agar tim tidak terlalu kelelahan. Pengerjaan kita selalu dilakukan malam hari sampai pagi, jadi kalau harus bergadang tiga malam berturut-turut cukup berat,” jelasnya.
Makna Filosofis Lawang Salapan Dasakreta
Sebagai gerbang utama yang menyambut mobilitas warga maupun wisatawan, Tepas Lawang Salapan Dasakreta yang diresmikan pada Desember 2016 ini sangat sarat akan makna sejarah dan budaya.
- Tepas dan Lawang: Memiliki arti teras dan pintu, menyimbolkan keterbukaan Kota Bogor dalam menyambut siapa saja.
- Dasakreta (Sepuluh Pilar): Berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti sepuluh, merujuk pada sepuluh pilar penyangga yang kokoh.
- Sembilan Pintu: Celah di antara sepuluh pilar tersebut membentuk sembilan (salapan) buah pintu atau jalan masuk.
Keseluruhan rancang bangun struktur ini merupakan perwujudan fisik dari pedoman hidup luhur Sunda kuno, yakni “Silih asih, silih asah, silih asuh” yang bermakna saling mengasihi, saling mengedukasi, dan saling menjaga keharmonisan antar-sesama.

