Denting.id – Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya angkat bicara mengenai polemik kontrak yang berujung pada sanksi FIFA Registration Ban terhadap Maung Bandung.
Robert menjelaskan persoalan tersebut bermula setelah dirinya mengundurkan diri sebagai pelatih Persib. Ia menegaskan tidak pernah dipecat oleh klub dan menyebut kontraknya masih berlaku hingga Mei 2025.
“Saya menandatangani perjanjian dengan Persib, dan kontrak saya bertahan sampai Mei 2025. Ini penting untuk diperhatikan, saya tidak pernah dipecat, tetapi saya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala,” ujar Robert melalui Instagram.
Menurutnya, hubungan dengan manajemen Persib saat itu tetap berjalan baik. Ia mengaku bersedia menunggu penyelesaian persoalan pembayaran secara baik-baik.
Namun, situasi berubah setelah terjadi pergantian kepengurusan di tubuh Persib. Robert kemudian bertemu dengan manajemen baru untuk membahas kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan.
“Kami bernegosiasi mengenai pengaturan pembayaran selama kontrak saya. Saya bertemu dengan Aditya dari kepengurusan baru secara langsung dan kami mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama,” katanya.
Robert bahkan mengaku bersedia menerima pembayaran lebih rendah dari nilai yang tercantum dalam kontrak awal sebagai bentuk kompromi untuk membantu kondisi klub.
“Kami membuat perjanjian terkait penyelesaian pembayaran. Sebenarnya, saya setuju untuk menurunkan jumlah yang asli dan bersedia berkompromi menerima pembayaran kurang dari nilai kontrak awal karena saya memahami situasi klub dan mencoba membantu Persib,” ujarnya.
Ia menegaskan langkah tersebut menunjukkan bahwa dirinya tidak pernah menuntut sesuatu yang tidak masuk akal kepada Persib. Robert hanya berharap kesepakatan yang telah dibuat dapat dipenuhi.
“Saya sudah berkompromi, menurunkan jumlah yang asli, dan menyetujui penyelesaian pembayaran dengan baik hati. Semuanya yang saya harapkan setelah itu adalah agar perjanjian yang sama dihormati,” tegasnya.
Robert juga membantah anggapan bahwa Persib tidak mengetahui persoalan tersebut. Menurutnya, klub mengetahui adanya kewajiban pembayaran serta proses penyelesaian yang kemudian dibawa ke FIFA.
“Saya ingin mengingatkan bahwa kami memiliki pertemuan dan sudah menyelesaikan masalah ini. Klub mengetahui tentang penyelesaian pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tidak adil, hal itu dibawa ke FIFA, dan FIFA menandatangani keputusan resmi,” jelas Robert.
Karena merasa haknya belum dipenuhi, Robert akhirnya menempuh jalur resmi melalui FIFA dengan membawa bukti-bukti terkait persoalan tersebut.
“Ini adalah proses FIFA yang resmi, bukti telah ditulis, dan FIFA membuat keputusan. FIFA telah mengetahui bahwa Persib memiliki kewajiban kepada saya dan telah mengarahkan pembayaran,” katanya.
Robert menjelaskan, ketika pembayaran belum dilakukan, konsekuensi dari proses FIFA kemudian berlaku, termasuk penutupan pendaftaran pemain baru atau Registration Ban.
“Ketika pembayaran masih belum dilakukan oleh Persib, konsekuensi di bawah proses FIFA berlaku, termasuk penutupan registrasi. Setelah FIFA mengarahkan penutupan tersebut, Persib segera membayar saya. Namun, itu hanya bagian dari pembayaran,” ungkapnya.
Meski demikian, Robert mengaku sejak awal tidak ingin membawa persoalan tersebut ke FIFA. Ia berharap masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan memilih tidak mengungkap persoalan tersebut kepada media.
“Masih ada beberapa bulan lagi untuk dibayar. Saya mencoba menyelesaikan masalah secara langsung, menghubungi klub, meminta penjelasan mereka, dan memberikan kesempatan untuk memperbaikinya,” tutur Robert.
“Saya berdiam selama ini karena ingin melindungi hubungan. Secara jujur, saya berharap kami dapat menyelesaikan semuanya tanpa pergi ke FIFA. Malangnya, itu tidak terjadi,” sambungnya.
Robert juga menegaskan bahwa langkahnya melaporkan persoalan tersebut kepada FIFA bukan bentuk kebencian terhadap Persib maupun upaya untuk merusak klub.
Ia mengaku justru selama proses berlangsung memilih diam demi menjaga hubungan baik dengan Persib. Namun, setelah upaya penyelesaian secara internal tidak membuahkan hasil, dirinya memilih menggunakan mekanisme resmi yang tersedia.
Baca juga: Persib Datangkan Danijel Loncar, Kini Punya 12 Pemain Asing
Robert berharap penjelasannya dapat meluruskan informasi yang beredar dan menghentikan tudingan terhadap dirinya maupun keluarganya terkait sanksi FIFA yang diterima Persib.

