Pemkab Tangerang Percepat Persiapan MRT Kembangan-Balaraja, Siapkan Integrasi dengan BRT

 

TANGERANG, Denting.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mempercepat persiapan pengembangan transportasi massal MRT Kembangan-Balaraja. Salah satu langkah yang dilakukan yakni merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Selain menyesuaikan tata ruang, Pemkab Tangerang juga menyiapkan integrasi antara MRT Kembangan-Balaraja dengan layanan Bus Rapid Transit (BRT). Nantinya, BRT akan diarahkan sebagai angkutan pengumpan atau feeder yang menghubungkan masyarakat dengan stasiun MRT.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan revisi RTRW diperlukan untuk memberikan landasan kebijakan bagi pengembangan transportasi massal di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Ini diperlukan untuk memastikan rencana pengembangan transportasi massal memiliki dasar kebijakan di tingkat daerah. Paling utama itu dari sisi tata ruangnya. Kita harus mempersiapkan, terutama tadi, connecting BRT dengan MRT,” ujar Erwin, Rabu (19/8/2026).

Berdasarkan rancangan yang ada, jalur MRT Kembangan-Balaraja memiliki panjang sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun. Jalur tersebut direncanakan melintasi sejumlah wilayah mulai dari Balaraja hingga Karang Tengah.

Adapun stasiun yang masuk dalam rancangan jalur tersebut meliputi Balaraja, Cibadak, Pasir Gadung, Otonom, Bunder, Kadu, Bencongan, Danau Ranau, Kelapa Dua, Kebon Nanas, Panunggangan, Kunciran, Hasyim Ashari, hingga Karang Tengah.

Pengembangan jalur tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi massal di kawasan Tangerang dan sekitarnya. Integrasi MRT dengan BRT juga menjadi bagian penting agar masyarakat dari berbagai kawasan dapat lebih mudah menjangkau stasiun MRT.

Pemkab Tangerang saat ini mempersiapkan aspek tata ruang sebagai salah satu fondasi sebelum pengembangan proyek transportasi massal tersebut berjalan lebih lanjut.

Dengan adanya integrasi antarmoda, BRT nantinya tidak hanya menjadi layanan transportasi tersendiri, tetapi juga berfungsi sebagai pengumpan yang menghubungkan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat dengan jaringan MRT Kembangan-Balaraja.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai