BOGOR,Denting.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mengkaji rencana pembangunan jalur kereta api untuk memperkuat konektivitas transportasi di wilayah Bogor Barat. Salah satu alternatif yang disiapkan yakni trase Jasinga-Tenjo.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, pengembangan transportasi berbasis rel tersebut merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antarwilayah sekaligus menyediakan transportasi massal bagi masyarakat Bogor Barat.
“Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antarwilayah. Bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga,” kata Ajat, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, rencana pembangunan jalur kereta tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat membuka akses baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.
Berdasarkan dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, terdapat dua alternatif trase yang tengah disiapkan untuk melayani kawasan Bogor Barat, yakni Tenjo-Jasinga dan Parungpanjang-Jasinga.
Untuk trase Tenjo-Jasinga, jalur kereta dirancang memiliki panjang sekitar 18,6 kilometer. Jalur tersebut akan melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Tenjo, Kampung Singabraja, Pangaur, hingga Jasinga.
Sementara alternatif Parungpanjang-Jasinga memiliki panjang sekitar 26,5 kilometer dengan enam titik stasiun. Jalur ini dirancang melintasi wilayah Parungpanjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo.
Ajat menjelaskan, pembangunan jalur tersebut diarahkan untuk melayani mobilitas masyarakat, khususnya komuter, sekaligus mendukung pengembangan kawasan aglomerasi di Kabupaten Bogor.
Selain itu, jalur kereta tersebut diproyeksikan menjadi pengumpan atau feeder menuju Stasiun Tenjo maupun Stasiun Parungpanjang yang telah terhubung dengan jaringan KRL Jabodetabek.
Dengan adanya konektivitas tersebut, masyarakat di wilayah Bogor Barat diharapkan memiliki alternatif transportasi massal yang lebih terintegrasi menuju kawasan lain di Kabupaten Bogor maupun wilayah Jabodetabek.
“Kawasan yang menjadi sasaran pengembangan memiliki karakter tata guna lahan beragam, mulai dari permukiman, pertanian, perkebunan, kawasan industri hingga lahan terbuka hijau. Wilayah Jasinga, Tenjo, dan Parungpanjang juga tercatat memiliki pertumbuhan penduduk sekitar 0,91 persen,” ujar Ajat.
Pemkab Bogor masih mengkaji kedua alternatif trase tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan transportasi, perkembangan wilayah, serta potensi pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor Barat.

