Jakarta, Denting.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan klarifikasi terkait buku berjudul Islam Ala Prabowo yang belakangan menjadi perhatian publik. MUI menegaskan buku tersebut bukan merupakan produk maupun program resmi organisasi.
Wakil Ketua MUI Cholil Nafis juga meluruskan informasi mengenai status penulis buku tersebut. Ia memastikan penulis buku Islam Ala Prabowo bukan pengurus MUI.
“MUI menegaskan bahwa buku Islam Ala Prabowo bukan produk atau program resmi MUI. Penulisnya bukan pengurus MUI,” tegas Cholil, dikutip Jumat (11/9/2026).
Cholil turut menjelaskan mengenai kehadiran Ketua Umum MUI dalam acara peluncuran buku tersebut. Menurutnya, kehadiran tersebut tidak berarti MUI menerbitkan atau bertanggung jawab atas isi buku.
“Kehadiran ketua umum kami dalam peluncuran buku tersebut karena merupakan bagian dari rangkaian acara Rakornas Baznas,” ujarnya.
Ia mengatakan kehadiran tersebut berkaitan dengan rangkaian kegiatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Cholil juga tidak menyebut adanya persoalan substansial dalam buku tersebut dari perspektif keagamaan.
Sebelumnya, buku Islam Ala Prabowo menjadi sorotan setelah muncul dugaan pencatutan nama sejumlah tokoh, di antaranya KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar dan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.
Keduanya telah menyampaikan bantahan mengenai keterlibatan dalam penulisan buku tersebut.
Nama TGB tercantum sebagai penulis pada bab berjudul “Visi Keislaman Prabowo Subianto: Moderasi, Keadilan dan Pembaharuan Dialektika Keagamaan” yang terdapat di halaman 241.
Namun, TGB melalui akun Instagram miliknya, @tuangurubajang, membantah pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.
“Saya tidak pernah kirim tulisan,” kata TGB.
Bantahan serupa disampaikan pihak Gus Kautsar. Istri Gus Kautsar, Ning Jazil, mempertanyakan pencantuman nama suaminya dalam buku tersebut.
“Kok bisa ada nama suami saya?? Padahal Gus Kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya di buku itu,” kata Ning Jazil.
Ning Jazil menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui bahwa percakapan saat penulis berkunjung ke rumah mereka akan digunakan sebagai bahan dalam buku tersebut.
Baca juga: Prabowo: Indonesia Negara Besar, Masalah dan Tantangannya Juga Besar
Kontroversi pencantuman nama tersebut kemudian menjadi perhatian publik, sementara MUI menegaskan buku Islam Ala Prabowo tidak memiliki status sebagai produk atau program resmi organisasi.

