Jakarta, Denting.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai geram menyikapi penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, hingga tewas.
Pigai menegaskan, tudingan bahwa ketiga korban merupakan agen atau bagian dari aparat harus disertai bukti yang jelas. Menurutnya, tudingan terhadap warga sipil tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan hingga menghilangkan nyawa.
“Tunjukkan bukti bahwa mereka agen? Pelaku harus diusut tuntas dan dihukum,” ujar Pigai, dikutip dari fajar.co.id, Jumat (11/9/2026).
Pigai menilai perlindungan terhadap masyarakat sipil harus menjadi perhatian serius, terutama di tengah situasi konflik di Papua. Ia menegaskan negara memiliki kewajiban melindungi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Menurut Pigai, munculnya persepsi di kalangan kelompok bersenjata bahwa warga sipil pendatang merupakan bagian dari aparat dapat meningkatkan ancaman terhadap masyarakat yang sebenarnya tidak terlibat dalam konflik.
“Karena KKB itu masih yakini bahwa warga sipil pendatang itu sebagai bagian yang dilibatkan aparat,” katanya.
Ia menilai persepsi tersebut berbahaya dan harus segera diantisipasi. Sebab, anggapan tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekerasan terhadap warga sipil pendatang di Papua.
“Kesan seperti itu berbahaya bagi pendatang di Papua jadi harus ada perlindungan kepada rakyat sipil,” tegasnya.
Selain meminta pengusutan kasus penembakan, Pigai mengungkapkan bahwa Kementerian HAM telah meminta pimpinan aparat membuka informasi mengenai jumlah pasukan yang dikerahkan di Papua.
“Kami sudah minta pimpinan aparat buka jumlah pasukan yang dideploy di Papua,” ujarnya.
Menurut Pigai, keterbukaan mengenai pengerahan pasukan diperlukan untuk melihat situasi keamanan di Papua secara lebih terbuka sekaligus memastikan perlindungan terhadap masyarakat sipil tetap menjadi prioritas.
Ia kembali menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap warga sipil harus ditindak sesuai hukum.
Baca juga: 4.000 Pegawai Kementerian PU Terindikasi Judi Online
Pengusutan secara tuntas dinilai penting untuk memastikan pelaku penembakan tiga ASN Jayawijaya dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

