Denting.id – Dua pemain Malut United, Yance dan Yakob Sayuri, resmi melayangkan somasi kepada sejumlah netizen yang diduga melakukan ujaran kebencian dan komentar rasial terhadap mereka usai laga Malut United kontra Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2024–2025.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Jumat (2/5) malam WIB, Malut United menang tipis 1-0 atas Persib. Gol tunggal kemenangan dicetak Wahyu Prasetyo di menit ke-65. Kemenangan ini menunda pesta juara Persib Bandung yang saat itu hanya butuh tiga poin untuk menyegel gelar Liga 1 musim ini.
Namun, di balik kemenangan tersebut, kakak beradik Sayuri harus menghadapi kenyataan pahit usai pertandingan. Mereka menjadi sasaran kekesalan sejumlah netizen yang melontarkan komentar bernada rasis dan penuh kebencian di media sosial.
Tak tinggal diam, Yance dan Yakob menggandeng Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk menindak tegas para pelaku. APPI mempublikasikan somasi terbuka melalui akun Instagram resminya, @appi.official, pada Minggu (4/5).
“Somasi atau teguran terbuka dari Yakob dan Yance Sayuri yang mendapatkan ujaran kebencian dan rasis terhadap diri pribadi, anak, dan keluarga. Kami bersama Yakob dan Yance Sayuri,” tulis APPI.
Dalam somasi tersebut, Yance dan Yakob secara tegas menegur beberapa akun yang dianggap melontarkan ujaran kebencian, antara lain @pikz97 (Taopik Rohman), @anggarama88 (Rama Ramadan), @rio.ramdani_, dan @hadifikri04 (Fikri Hadi Nugraha).
“Kami, Yakob dan Yance Sayuri, pemain Malut United, melalui surat ini menegur dengan tegas pemilik akun-akun tersebut karena menghina dan menyebar kebencian terhadap kami lewat DM dan kolom komentar Instagram,” jelas mereka.
APPI menegaskan bahwa apabila dalam jangka waktu yang ditentukan para pelaku tidak menyampaikan permintaan maaf secara langsung, maka proses hukum akan ditempuh.
“Jika tidak ada respons positif dan permintaan maaf secara langsung, maka kami akan melanjutkan ke jalur hukum dengan membuat laporan kepada pihak kepolisian,” tegas APPI.
Baca juga : Timnas Indonesia Terancam Ditinggal Denny Landzaat, Masuk Radar Klub Eredivisie Willem II
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta menegaskan bahwa tindakan rasisme dan ujaran kebencian tidak akan ditoleransi di dunia sepak bola Indonesia.

