Denting.id – Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengungkapkan pandangannya terkait kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026.
Italia kembali absen dari ajang sepak bola paling bergengsi tersebut untuk ketiga kalinya secara beruntun. Terakhir kali Azzurri tampil di Piala Dunia adalah pada edisi 2014 di Brasil, namun harus tersingkir di fase grup.
Menurut Ancelotti, ada perubahan mendasar dalam sepak bola Italia yang membuat mereka tertinggal dari negara lain, terutama dalam hal kecepatan permainan.
“Perbedaan mendasarnya adalah kecepatannya. Bukan hanya lari fisik, tetapi juga kecepatan mental, keterlibatan yang konstan, dan intensitas,” ujar Ancelotti kepada Il Giornale.
Ia menilai sepak bola Italia saat ini kehilangan karakter yang dulu menjadi kekuatannya, termasuk kekokohan dalam bermain. Fokus berlebihan terhadap taktik disebut justru mengaburkan identitas permainan khas Italia.
“Kita sudah kekurangan talenta di area lain di lapangan, tetapi fokus yang berlebihan pada taktik telah menyimpangkan karakteristik kita, yang selalu menjadi dasar sejarah kita,” tambahnya.
Selain itu, pelatih berpengalaman tersebut juga menyoroti menurunnya daya tarik Serie A. Ia menyebut banyak pemain top dunia kini lebih memilih bermain di liga lain seperti Inggris, Spanyol, dan Jerman.
“Para pemain asing besar tidak lagi datang ke Italia. Di luar negeri, dengan hak siar TV yang besar dan investor kuat, terbentuk pasar yang lebih menarik,” jelasnya.
Ancelotti pun membandingkan kondisi saat ini dengan era keemasan Serie A yang pernah dihuni banyak bintang dunia, seperti Diego Maradona, Michel Platini, Karl-Heinz Rummenigge, hingga Ronaldinho.
“Dari siapa para pemain muda Italia saat ini bisa belajar?” tegas Ancelotti.
Pernyataan ini menegaskan adanya krisis yang tengah melanda sepak bola Italia, baik dari sisi kualitas pemain, kompetisi domestik, hingga daya saing di level internasional.

