Jakarta, Denting.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meluapkan kemarahan terhadap media ternama The New York Times (NYT) terkait pemberitaan perang antara AS dan Iran. Trump menilai media tersebut telah menyebarkan “berita palsu” dan menggambarkan situasi secara menyesatkan.
Dalam unggahannya di Truth Social pada Senin, Trump menolak keras narasi editorial NYT yang menyebut Iran tampil baik atau bahkan unggul dalam konflik. Ia menegaskan bahwa Iran justru telah “dihancurkan sepenuhnya secara militer.”
“Jika membaca New York Times, seolah-olah Iran menang atau setidaknya berkinerja cukup baik. Itu tidak benar,” tulis Trump. Ia juga menuding media tersebut sengaja memutarbalikkan fakta dan menuntut pertanggungjawaban atas pemberitaan tersebut.
Trump bahkan mempertanyakan integritas media dengan menyebutnya sebagai “media korup” yang tidak memiliki rasa malu atas pemberitaan yang dinilai merugikan dirinya, pendukungnya, serta negaranya.
Pernyataan keras Trump ini muncul setelah dewan redaksi NYT menerbitkan editorial yang mengkritik kebijakan perang pemerintahannya. Dalam tulisannya, NYT menilai langkah Trump dalam konflik Iran sebagai tindakan gegabah yang berpotensi merugikan posisi strategis Washington di kancah global.
Editorial tersebut juga menyoroti keputusan Trump melancarkan serangan pada 28 Februari tanpa persetujuan Kongres maupun dukungan sekutu. Selain itu, ia dianggap gagal mengantisipasi respons Iran serta berisiko merusak aliansi internasional AS.
NYT turut menyinggung langkah Iran yang membatasi lalu lintas di Selat Hormuz sebagai dampak yang dapat diprediksi, serta mengkritik retorika perang Trump yang dinilai merusak otoritas moral Amerika.
Meski mengakui adanya tekanan internal dan kerugian militer di pihak Iran, editorial itu menilai dampak strategis dan kemanusiaan yang lebih luas—termasuk korban jiwa di pihak militer AS—jauh lebih signifikan.
Di tengah polemik tersebut, Trump mengungkapkan bahwa AS telah memulai blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Langkah ini memicu ancaman balasan dari Teheran terhadap pelabuhan di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman.
Meski situasi terus memanas, Trump mengisyaratkan peluang negosiasi dengan menyebut adanya komunikasi dengan “pihak lain”. Namun, ia tetap memperingatkan bahwa setiap kapal perang Iran yang mendekati area blokade akan dihancurkan.
Sementara itu, perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. Kondisi ini meningkatkan ketidakpastian menjelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 22 April mendatang.
Baca juga: AS Ancam Blokade Selat Hormuz, Iran Balas Tegas Usai Perundingan di Pakistan Gagal
Di kawasan lain, ketegangan juga meningkat ketika Israel memperluas operasi militernya di Lebanon selatan dan terlibat bentrokan dengan kelompok Hizbullah, yang melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah utara Israel.

