Jakarta, Denting.id – Sekutu dalam aliansi NATO menolak terlibat dalam rencana blokade pelabuhan Iran yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Penolakan ini berpotensi memperuncing ketegangan internal di tubuh aliansi, di tengah konflik yang telah berlangsung enam minggu antara Washington dan Teheran.
Sejumlah negara kunci Eropa, seperti Inggris dan Prancis, menegaskan tidak akan ikut serta dalam langkah tersebut. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa pemerintahnya menolak keras rencana blokade tersebut.
“Kami tidak mendukung blokade. Keputusan saya sangat jelas bahwa apa pun tekanannya, kami tidak akan terseret ke dalam perang,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC, Selasa (14/4/2026).
Sebagai alternatif, negara-negara NATO tengah menyiapkan inisiatif untuk mengamankan pelayaran di Selat Hormuz setelah konflik mereda. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte sebelumnya menyebut aliansi dapat berperan jika seluruh 32 anggota menyepakati pembentukan misi bersama.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan negaranya akan menggelar konferensi bersama Inggris dan mitra lainnya guna membentuk misi multinasional yang bersifat defensif.
“Misi yang sepenuhnya defensif ini, yang berbeda dari pihak-pihak yang bertikai, akan dikerahkan segera setelah situasi memungkinkan,” kata Macron.
Rencana tersebut mencakup pengawalan kapal tanker dan penetapan jalur aman bagi pelayaran internasional. Starmer menambahkan, langkah ini bertujuan melindungi kebebasan navigasi global tanpa memperkeruh konflik yang sedang berlangsung.
Sumber diplomatik menyebut sekitar 30 negara, termasuk negara-negara Teluk, India, serta sejumlah negara Eropa, berpotensi terlibat dalam misi tersebut. Namun, baik Iran maupun AS tidak akan berpartisipasi langsung, meski tetap akan diberi pemberitahuan.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menilai pembukaan kembali Selat Hormuz sebaiknya ditempuh melalui jalur diplomasi. Ia juga menyerukan NATO untuk menata ulang hubungan dengan Trump dalam pertemuan puncak mendatang.
Trump sebelumnya menyatakan militer AS akan menindak kapal-kapal Iran yang mendekati area blokade, setelah pembicaraan akhir pekan gagal mencapai kesepakatan damai.
“Blokade akan segera dimulai. Negara-negara lain akan terlibat dalam blokade ini,” ujar Trump melalui unggahan di Truth Social.
Awalnya, Washington menyebut blokade akan melibatkan kerja sama internasional di Selat Hormuz. Namun, militer AS kemudian mengklarifikasi bahwa operasi tersebut hanya menargetkan kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.
Baca juga: Iran Ancam Cegah Kapal Perang di Selat Hormuz, IRGC Klaim Kuasai Penuh Perairan Strategis
Sejak konflik pecah pada 28 Februari, Iran dilaporkan telah membatasi akses di jalur strategis tersebut untuk sebagian besar kapal asing. Teheran juga disebut berupaya memperkuat kendali atas selat yang menjadi jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak global.

