Di Tengah Perang, Iran Mall Tetap Ramai: Warga Teheran Santai Beraktivitas

Jakarta, Denting.id – Di tengah konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, kehidupan masyarakat di ibu kota Teheran tampak tetap berjalan normal. Hal ini terlihat dari ramainya aktivitas di Iran Mall, pusat perbelanjaan terbesar di negara tersebut.

Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana mall yang tetap hidup dan dipenuhi pengunjung. Baik akun resmi pemerintah Iran maupun warga lokal membagikan momen ketika masyarakat berjalan santai di koridor, berkumpul di kafe, hingga menikmati suasana megah di bawah kubah dan lampu gantung yang artistik.

Pemandangan ini kontras dengan narasi yang sering ditampilkan media Barat, yang lebih banyak menyoroti situasi perang dan serangan di Iran. Di dalam Iran Mall sendiri, tidak terlihat tanda-tanda kepanikan atau dampak langsung dari konflik.

Bahkan, salah satu video suasana mall tersebut turut dibagikan oleh kedutaan besar Iran di Australia, memperlihatkan aktivitas warga yang tetap berlangsung seperti biasa.

Iran Mall dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan terbesar di dunia. Berdasarkan data dari WorldAtlas pada 2023, kompleks ini dinobatkan sebagai mall terbesar dari segi luas area. Saat ini, luasnya mencapai sekitar 1,4 juta meter persegi dan ditargetkan berkembang hingga 1,95 juta meter persegi setelah pembangunan selesai.

Sebagai perbandingan, Dubai Mall memiliki luas sekitar 1,12 juta meter persegi, sementara South China Mall di Tiongkok mencapai sekitar 1,82 juta meter persegi.

Terletak di kawasan barat laut Teheran, dekat Danau Chitgar, Iran Mall dirancang sebagai “kota di dalam kota” yang menggabungkan pusat belanja, hiburan, hingga fasilitas budaya dalam satu kawasan terpadu.

Baca juga: Trump Murka ke New York Times, Tuduh Media Sebarkan “Berita Palsu” soal Perang Iran

Fenomena tetap ramainya Iran Mall di tengah konflik ini mencerminkan bagaimana sebagian masyarakat Iran berusaha mempertahankan aktivitas normal, meskipun situasi geopolitik di negaranya sedang memanas.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai