Jakarta, Denting.id – Serangan udara Israel di wilayah Lebanon selatan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai sejumlah lainnya pada Sabtu (2/5/2026). Di saat yang sama, sebagian kompleks biara Katolik di desa perbatasan turut diratakan oleh militer Israel, menurut pejabat setempat.
Dilaporkan Associated Press, militer Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada warga di sembilan desa di Lebanon selatan untuk segera mengungsi. Ketegangan antara Israel dan kelompok militan Hizbullah masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 17 April.
Di desa perbatasan Yaroun, militer Israel dilaporkan menggunakan buldoser untuk menghancurkan sebagian biara Katolik yang telah kosong. Bangunan tersebut sebelumnya ditinggalkan setelah warga setempat mengungsi akibat konflik.
“Apa yang kami dengar adalah bahwa itu dihancurkan dengan buldoser,” ujar Gladys Sabbagh, pemimpin umum Basilian Salvatorian Sisters.
Ia menjelaskan bahwa kompleks biara itu mencakup sebuah sekolah yang telah tutup sejak perang Israel–Hizbullah 2006, serta klinik yang baru dipindahkan ke desa terdekat, Rmeich. Sebelum konflik terbaru, biara tersebut hanya dihuni oleh dua biarawati.
Pihak militer Israel menyatakan bahwa kerusakan terjadi saat pasukan menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Yaroun. Mereka mengklaim bangunan tersebut tidak memiliki tanda keagamaan dan sebelumnya digunakan sebagai lokasi peluncuran roket ke wilayah Israel.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Gereja Katolik di Lebanon. Pastor Abdo Abou Kassm menegaskan bahwa biara tersebut bukan pangkalan militer.
“Kami menentang semua praktik terhadap tempat ibadah dan gereja. Ini adalah tempat untuk menyebarkan perdamaian, cinta, dan pendidikan,” ujarnya.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah beredarnya gambar seorang tentara Israel yang merusak patung Yesus di desa Debel, yang memicu kecaman luas baik di dalam negeri maupun internasional.
Sementara itu, serangan udara Israel di wilayah lain Lebanon selatan juga terus berlanjut. Media pemerintah Lebanon melaporkan dua orang tewas akibat serangan terhadap mobil di Kfar Dajal, tiga orang tewas di Lwaizeh, serta dua lainnya tewas di Shoukin.
Baca juga: HNW Kutuk Israel Cegat Kapal Bantuan Gaza, Desak Sanksi Internasional Diberlakukan
Hingga kini, situasi di perbatasan Israel–Lebanon masih memanas, meski upaya gencatan senjata terus diupayakan oleh berbagai pihak internasional.

