Iwan Suryawan Soroti Dugaan Penggelembungan Suara, PKS Jabar Perkuat Jaringan Saksi Jelang Pemilu 2029

Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, menegaskan pentingnya memperkuat jaringan saksi pemilu sebagai langkah menjaga amanah suara rakyat dari berbagai potensi kecurangan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan secara virtual dalam agenda Training for Trainer (ToT) Orientasi Partai pada Sabtu (4/7/2026).

Dalam sambutannya, Iwan Suryawan yang akrab disapa Abah Iwan menyebut praktik penggelembungan dan jual beli suara masih menjadi persoalan serius dalam penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, suara masyarakat bukan sekadar angka, melainkan amanah yang harus dijaga hingga proses penetapan hasil.

“Pencurian suara dalam pemilu nyata adanya, padahal itu amanah. Masyarakat menitipkan suaranya untuk kita sampaikan menjadi kebijakan dan para saksi adalah ujung tombaknya, maka kita harus menguatkan jaringan saksi kita,” ujar Abah Iwan.

Ia juga menyoroti pola pembinaan saksi yang selama ini dinilai belum berkelanjutan. Menurutnya, setelah pemilu usai, para saksi yang telah berjuang di lapangan justru tidak lagi mendapatkan pendampingan maupun pembinaan.

“Selama enam kali pemilu, kita merekrut saksi. Di Jawa Barat jumlahnya bisa mencapai 140 ribuan. Sayangnya, habis hajat langsung bubar. Mereka yang sudah berdiri di garis depan, kita lepas begitu saja. Padahal mereka berpotensi besar, bisa kita rekrut lebih dalam dan menjadi bagian dari struktur yang lebih kuat,” tegasnya.

Abah Iwan menilai Pemilu 2024 meninggalkan sejumlah catatan penting, terutama terkait dugaan manipulasi data pemilih serta proses rekapitulasi suara secara berjenjang. Menurutnya, berbagai bentuk pelanggaran seperti penggelembungan suara, pengurangan suara, hingga praktik jual beli suara berpotensi terjadi pada setiap tahapan penghitungan apabila tidak diawasi secara ketat.

Ia juga menyinggung adanya kasus dugaan manipulasi data pada tingkat TPS hingga kecamatan di Jawa Barat yang sempat menjadi perhatian publik dan memicu ketegangan antara saksi dengan penyelenggara pemilu.

Karena itu, PKS Jawa Barat mulai melakukan penguatan kapasitas saksi sejak dini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan setiap suara masyarakat tetap terjaga dan dikawal hingga menjadi hasil resmi.

Baca juga: Iwan Suryawan Perkuat Soliditas 15 Pimpinan DPRD PKS demi Jawa Barat yang Adil dan Sejahtera

“Setiap suara yang hilang adalah pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat. Karena itu, penguatan jaringan saksi menjadi salah satu fokus utama agar proses demokrasi berjalan lebih jujur, adil, dan transparan,” pungkasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai