Bandung, Denting.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menjajaki kerja sama bilateral baru dengan Pemerintah Negara Bagian Selangor, Malaysia. Kemitraan strategis antardua wilayah ini berfokus pada perluasan akses pasar produk lokal serta peningkatan arus investasi asing.
Kedua belah pihak menilai kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat posisi tawar kawasan di pasar Asia Tenggara. Jabar dan Selangor memiliki karakteristik serupa sebagai pusat pertumbuhan industri manufaktur terbesar di negara masing-masing.
Pemerintah daerah membidik peluang ekspor komoditas pertanian premium khas Jawa Barat untuk memenuhi pasar domestik Malaysia. Komoditas seperti kopi arabika Java Preanger dan buah-buahan tropis menjadi produk andalan yang paling diminati.
Selain sektor agraria, kerja sama ini juga membuka ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif dan teknologi digital. Pemprov Jabar ingin memfasilitasi para pelaku usaha rintisan (startup) lokal agar bisa melakukan ekspansi pasar ke Kuala Lumpur dan sekitarnya.
“Kami melihat Selangor memiliki karakteristik ekonomi yang mirip dengan Jawa Barat. Melalui kesepakatan pada Jumat, 10 Juli 2026 ini, kami ingin menciptakan koridor perdagangan yang lebih efisien dan menguntungkan bagi pengusaha lokal di kedua negara,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Nining Yuliastiani, di Bandung, Jumat (10/7/2026).
Nining menambahkan bahwa delegasi dari Selangor menjadwalkan kunjungan kerja balasan ke beberapa kawasan industri di Bekasi dan Karawang. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur logistik penunjang investasi.
Pemerintah Provinsi Jabar menawarkan kemudahan perizinan terpadu satu pintu bagi para investor asal Malaysia yang tertarik menanamkan modal. Fasilitas ini mencakup jaminan keamanan berinvestasi serta ketersediaan tenaga kerja lokal yang terampil.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar juga tengah menyiapkan draf nota kesepahaman terkait standardisasi produk bersama. Langkah teknis ini bertujuan untuk memangkas hambatan tarif dan non-tarif yang sering menghambat aktivitas ekspor-impor.
Baca juga: KPK Ajukan Tambahan Anggaran 2026-2027 ke Kemenkeu
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat menyambut positif inisiatif pemprov dalam membuka jalur diplomasi ekonomi ini. Pengusaha lokal optimistis kemitraan ini mampu mendongkrak volume penjualan produk hilirisasi Jabar di tingkat regional.
Kerja sama ini rencananya akan berjalan efektif mulai semester kedua tahun ini dengan evaluasi berkala setiap enam bulan. Kedua pemerintah daerah berharap kolaborasi ini menjadi percontohan ideal bagi kemitraan antarpemerintah daerah di ASEAN.

