Bogor, Denting.id – Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, terus berbenah dalam meningkatkan kualitas serta kecepatan pelayanan kepada masyarakat. Sebagai bentuk komitmen menjawab tantangan wilayah yang luas dan dinamika sosial yang kompleks, Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, resmi meluncurkan program inovasi berbasis digital bernama Sahabat Bosel (Smart, Adaptif, Harmonis, Aman, Berdaya, Amanah, Tangguh) pada Kamis (23/7/2026).
Program “Sahabat Bosel” hadir sebagai platform integratif untuk mengoptimalkan pelayanan publik non-administrasi, seperti penanganan pengaduan masyarakat, mitigasi bencana, hingga edukasi kebersihan lingkungan. Langkah ini didasarkan pada hasil evaluasi dan kajian selama enam bulan masa kepemimpinannya di wilayah seluas sekitar 30.000 hektar dengan populasi mencapai 225 ribu jiwa.
Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi, menegaskan bahwa lahirnya inovasi ini merupakan wujud kolaborasi erat unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama 16 lurah, jajaran struktural, TP PKK, hingga para tokoh masyarakat setempat.
”Sahabat Bosel ini bukan sekadar singkatan, melainkan filosofi bagaimana kami bersama Forkopimcam hadir memberikan pelayanan terbaik sebagai ‘sahabat’ bagi masyarakat tanpa mengurangi esensi aturan yang berlaku. Ini adalah aksi perubahan kita bersama, sebuah hadiah terindah untuk warga Bogor Selatan,” ujar Harry Cahyadi di hadapan insan pers dan jajaran aparatur wilayah, Kamis (23/7/2026).
Pada tahap awal, platform digital ini memfokuskan kinerjanya pada tiga isu krusial melalui penyediaan hotline pengaduan terpadu, yakni respons cepat kebencanaan, penanganan ketertiban umum seperti pencegahan tawuran remaja, serta pengolahan sampah berbasis masyarakat untuk mendukung program pengelolaan sampah menjadi energi (Refuse Derived Fuel/RDF).
”Kondisi kontur tanah di Bogor Selatan sangat rawan bencana; dalam enam bulan terakhir saja tercatat ada sekitar 45 kejadian bencana. Selain itu, terkait kebersihan, kami di 16 kelurahan siap menyuplai dan memilah bahan baku sampah guna mendukung target Kota Bogor bebas sampah,” jelasnya.
Selain meluncurkan inovasi pelayanan publik, Harry memaparkan progres pembangunan infrastruktur serta program penuntasan anak putus sekolah. Melalui kerja sama dengan 12 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pihak kecamatan berhasil merangkul sekitar 350 anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan, yang diperkuat dengan dukungan rencana pembangunan Sekolah Rakyat untuk 1.000 siswa serta kehadiran SMA Negeri 12 di Bogor Selatan.
Di sektor infrastruktur, koordinasi bersama Pemkot Bogor dan DPRD membuahkan alokasi 40 persen anggaran dinas terkait untuk pengembangan wilayah Bogor Selatan, termasuk pembebasan lahan jalur Bogor Inner Ring Road (BIRR). Mengakhiri keterangannya, Harry mengajak insan pers untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah sebagai kontrol sosial sekaligus penyebar informasi positif pembangunan daerah.

