Kemarau Panjang Picu 32 Bencana di Kabupaten Sukabumi dalam Sebulan

SUKABUMI, Denting.id– Musim kemarau yang berkepanjangan memicu meningkatnya kejadian bencana di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 32 kejadian bencana terjadi sepanjang satu bulan terakhir, dengan mayoritas berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi mengatakan kondisi cuaca yang minim curah hujan menjadi faktor utama meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi kering di sejumlah wilayah. Selain karhutla, dampak kemarau juga menyebabkan berkurangnya debit air di beberapa sumber mata air sehingga memicu krisis air bersih bagi masyarakat.

 

“Sebagian besar kejadian yang kami tangani selama sebulan terakhir didominasi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Kondisi ini dipengaruhi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang,” ujarnya.

 

Berdasarkan data BPBD, kejadian bencana tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Kebakaran hutan dan lahan umumnya terjadi pada area semak belukar dan lahan kering yang mudah terbakar akibat tingginya suhu udara dan rendahnya kelembapan.

 

Sementara itu, kekeringan mulai dirasakan warga di sejumlah daerah yang mengandalkan mata air dan sumur sebagai sumber air bersih. Penurunan debit air menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga BPBD bersama pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak apabila diperlukan.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

 

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak mengingat potensi kekeringan diperkirakan masih dapat terjadi selama musim kemarau berlangsung.

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi cuaca dan potensi bencana. Koordinasi dengan instansi terkait juga diperkuat untuk memastikan upaya mitigasi dan penanganan dapat dilakukan secara cepat guna meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

 

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, BPBD mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan, serta mengikuti informasi dan imbauan resmi dari pemerintah daerah.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai