Pelintasan Rel RE Martadinata Bogor Bakal Ditutup, Warga Minta Akses Alternatif

 

Bogor, Denting.id – Rencana penutupan pelintasan rel kereta api di Jalan RE Martadinata, Kota Bogor, mendapat perhatian dari sejumlah warga yang selama ini menggunakan akses tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Warga khawatir pemasangan pagar di sekitar pelintasan membuat mereka harus memutar lebih jauh melalui flyover, termasuk saat hendak berbelanja, membeli makanan, maupun mengantar atau menjemput anak sekolah.

Salah seorang warga, Sukari (50), mengatakan pelintasan tersebut selama ini menjadi akses praktis bagi warga yang hendak menuju kawasan Jalan Bubulak.

“Biasa nyeberang, kalau dipagar jadi susah harus naik ke atas (flyover). Kalau ke warung atau kalau mau beli makanan ke sini (Jalan Bubulak),” kata Sukari saat ditemui di Jalan Bubulak, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, penutupan pelintasan juga akan membuat perjalanan para pelajar menjadi lebih jauh.

“Anak sekolah juga nanti lebih jauh jalannya. Harus jalan ke atas (flyover),” ujarnya.

Sukari berharap pemerintah tidak hanya menutup pelintasan, tetapi juga menyiapkan akses alternatif bagi pejalan kaki. Salah satu opsi yang menurutnya bisa dipertimbangkan adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

“Lebih jauh, lebih susah. Kalau mau nyari makanan juga susah, atau mau ke warung ke sini susah. Kalau ditutup, bangun JPO aja kayaknya,” katanya.

Warga Minta JPO Jika Pelintasan Ditutup

Warga lainnya, Ari (36), juga menilai penutupan pelintasan akan membuat aktivitas warga menjadi lebih sulit karena harus memutar melalui flyover.

“Nyari makanan susah, muter jalan jauh. Kasihan anak sekolahnya. Biasa nyeberang paling ke minimarket, jajan-jajan kecil,” ujar Ari.

Ari mengatakan warga selama ini terbiasa memperhatikan kondisi jalur sebelum melintasi rel. Menurutnya, warga akan menyeberang ketika tidak melihat kereta maupun mendengar suara klakson.

“Lihat kereta doang. Lihat kereta, yang penting mah kereta ada klakson doang. Kalau enggak ada udah nyebrang-nyebrang aja,” katanya.

Meski demikian, penutupan pelintasan berkaitan dengan aspek keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api. Warga berharap jika akses tersebut benar-benar ditutup, pemerintah tetap menyediakan jalur penyeberangan yang aman dan mudah dijangkau.

Ari pun mengusulkan pembangunan JPO sebagai solusi agar warga, terutama pelajar dan pejalan kaki, tetap memiliki akses untuk berpindah dari Jalan RE Martadinata menuju Jalan Bubulak maupun sebaliknya tanpa harus memutar jauh melalui flyover.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai