Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal dan Drone

Jakarta, Denting.id – Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Ukraina dengan menghujani ibu kota Kyiv menggunakan rudal dan drone. Serangan yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) itu menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 28 lainnya, termasuk anak-anak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Rusia meluncurkan 35 rudal balistik dan jenis rudal lainnya, serta 185 drone ke berbagai wilayah Ukraina. Menurutnya, Kyiv menjadi sasaran utama, meski sejumlah kota lain juga turut diserang.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan tim penyelamat masih bekerja di sejumlah lokasi yang terdampak untuk mengevakuasi korban dan membersihkan puing-puing bangunan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan tersebut menargetkan fasilitas industri militer di Kyiv. Melalui pernyataan di media sosial, Moskow menyebut operasi dilakukan menggunakan senjata presisi tinggi dan drone.

Menyusul serangan tersebut, Zelenskyy kembali mendesak negara-negara sekutu agar memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina. Ia secara khusus meminta tambahan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan Amerika Serikat guna menghadapi ancaman rudal balistik Rusia.

Zelenskyy juga mengungkapkan telah berbicara melalui sambungan telepon dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, J.D. Vance, pada Jumat (31/7/2026). Dalam pembicaraan itu, ia meminta dukungan Washington untuk mempercepat pengiriman rudal pencegat Patriot.

Baca juga: Drone Ukraina Serang Pangkalan Rusia di Chelyabinsk, Empat Jet Tempur Dilaporkan Rusak

Menurut Zelenskyy, kedua pihak sepakat agar tim masing-masing terus berkoordinasi guna memperkuat kerja sama pertahanan di tengah meningkatnya intensitas serangan Rusia terhadap Ukraina.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai