Bogor Masuk Tiga Lokasi Calon Kota Satelit Baru yang Sudah Disurvei Pemerintah

 

Jakarta, Denting.id – Bogor menjadi salah satu dari tiga wilayah yang telah disurveiBogor Masuk Tiga Lokasi Calon Kota Satelit Baru yang Sudah Disurvei Pemerintah pembangunan kota satelit baru. Dua lokasi lainnya berada di Bandung Barat, Jawa Barat, dan Deli Serdang, Sumatera Utara.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan survei dilakukan oleh tim yang ditunjuk kementerian untuk memastikan kesiapan lokasi.

“Kota satelit sudah ada tiga tempat yang disurvei oleh tim yang ditunjuk,” kata Nusron di Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).

Selain tiga lokasi tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan lahan di sejumlah wilayah yang berpotensi dikembangkan menjadi kota satelit.

Nusron menyebut terdapat lahan di sekitar 20 lokasi yang disiapkan untuk pembangunan 10 kota satelit baru. Lahan tersebut nantinya ditawarkan kepada pihak yang membutuhkan untuk dipilih sesuai kebutuhan.

“Prinsipnya dari sisi kami menyediakan lahan yang clean and clear sudah selesai. Tinggal mana yang mau dipakai tergantung user,” ujarnya.

Saat ini, tim Kementerian ATR/BPN masih berkoordinasi dengan pihak pengguna untuk meninjau sejumlah lokasi yang telah disiapkan.

Setiap Kota Minimal 200 Hektare

Pemerintah sebelumnya menyebut pembangunan kota satelit menjadi salah satu strategi untuk mengatasi persoalan backlog atau kekurangan kebutuhan rumah.

Nusron mengatakan setiap kota satelit yang disiapkan memiliki luas minimal sekitar 200 hektare.

“Rata-rata satu kota minimal 200 hektare,” kata Nusron pada Juli 2026.

Rencana pembangunan kota satelit tersebut mencakup sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Sulawesi.

Beberapa wilayah yang disebut masuk dalam rencana antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, hingga Sulawesi Selatan.

Untuk Jawa Barat, Bogor dan Bandung Barat menjadi dua wilayah yang masuk dalam daftar tersebut.

Ditujukan untuk Atasi Backlog Perumahan

Pembangunan kota satelit menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian sekaligus mengatasi backlog perumahan.

Nusron mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan adanya kantong-kantong kota baru yang dapat menjadi pusat permukiman di sekitar kawasan perkotaan yang sudah berkembang.

Selain pembangunan rumah susun (rusun), pengembangan kawasan perumahan di kota-kota satelit dinilai dapat menjadi alternatif untuk menyediakan hunian bagi masyarakat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebelumnya juga menyebut rencana pembangunan kota-kota baru tersebut ditujukan untuk menyediakan rumah dengan harga terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga kelompok masyarakat dengan penghasilan menengah.

Sejumlah lokasi yang sebelumnya telah disebut antara lain Tangerang, Bogor, Batang, Deli Serdang, dan Kubu Raya, serta beberapa wilayah di Jawa Timur.

Dengan masuknya Bogor dalam lokasi yang telah disurvei, pembangunan kota satelit di kawasan tersebut kini berada dalam tahap kajian dan penyiapan lahan sebelum masuk ke tahap pengembangan lebih lanjut.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai