Herdman Soroti Gol Mudah dan Transisi Buruk Usai Indonesia Dibungkam Vietnam

Denting.id – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengakui kesalahan pada awal pertandingan menjadi penyebab utama kekalahan telak 0-3 dari Vietnam dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (3/8/2026).

Menurut Herdman, timnya memberikan gol yang terlalu mudah kepada Vietnam pada 15 menit pertama. Kondisi tersebut membuat lawan semakin percaya diri dan leluasa menerapkan strategi serangan balik yang efektif sepanjang pertandingan.

“Kami seharusnya lebih siap menghadapi permainan langsung dan duel fisik Vietnam pada 10 hingga 15 menit pertama. Saya rasa kami memberikan mereka gol yang terlalu mudah. Ketika Anda melakukan itu melawan tim seperti Vietnam, pertandingan akan menjadi sangat sulit karena mereka bisa menyerang lewat serangan balik, dan mereka melakukannya,” ujar Herdman.

Setelah unggul dua gol di babak pertama, Vietnam memilih bermain lebih sabar dengan menunggu kesalahan Indonesia sebelum melancarkan serangan balik. Strategi tersebut beberapa kali merepotkan lini pertahanan Garuda dan akhirnya menghasilkan gol ketiga pada babak kedua.

Herdman menilai Indonesia belum mampu menjaga keseimbangan permainan ketika menyerang. Terlalu banyak pemain yang naik membantu serangan membuat ruang di lini belakang terbuka dan mudah dimanfaatkan Vietnam saat melakukan transisi.

Pelatih asal Inggris itu menegaskan evaluasi utama bukan terletak pada filosofi permainan menyerang yang diterapkan, melainkan kemampuan tim dalam mengelola pertandingan, khususnya pada fase awal laga.

“Kami harus lebih siap menghadapi intensitas mereka sejak awal. Kami juga harus menjaga bentuk tim tetap kompak ketika menyerang maupun bertahan. Itu menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih,” katanya.

Meski menelan kekalahan telak, Herdman memastikan Timnas Indonesia tidak akan meninggalkan identitas permainan yang agresif. Ia tetap ingin skuad Garuda berani membangun serangan dari lini belakang, namun dengan organisasi pertahanan yang lebih disiplin saat kehilangan bola.

“Tim ini ingin menyerang. Kami ingin mengirim banyak pemain ke depan. Kami tidak ingin menjadi tim yang hanya bertahan di area sendiri dan mengandalkan serangan balik. Permainan seperti itu membutuhkan keberanian, tetapi juga memiliki risiko,” ujar Herdman.

“Kami harus belajar kapan harus memiliki rest defense yang baik dan bagaimana melakukan transisi bertahan dengan lebih rapi. Itulah kuncinya, manajemen pertandingan dan transisi bertahan yang lebih baik. Hal itu akan kami bawa saat menghadapi Singapura,” lanjutnya.

Baca juga: Kim Sang-sik Waspadai Kekuatan Timnas Indonesia

Kekalahan dari Vietnam membuat Indonesia turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A Piala AFF 2026. Garuda kini wajib mengalahkan Singapura pada laga terakhir fase grup untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai