DEPOK, Denting.id – Kepolisian mengungkap fakta baru dalam kasus mutilasi yang menggegerkan warga Kota Depok, Jawa Barat. Korban bernama Kunaefi (51) ternyata sempat dilaporkan hilang oleh istrinya, berinisial NA, sekitar 11 hari sebelum jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kawasan Tanah Merah, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (4/8/2026) sore.
Laporan orang hilang tersebut menjadi salah satu petunjuk penting yang membantu penyidik dalam mengungkap identitas korban serta menelusuri rangkaian peristiwa yang berujung pada dugaan tindak pidana pembunuhan disertai mutilasi.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan. Merasa khawatir karena tidak dapat menghubungi suaminya, sang istri kemudian melaporkan kehilangan tersebut kepada pihak kepolisian.
Penemuan jasad korban yang telah dimutilasi menggemparkan masyarakat sekitar. Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejahatan tersebut.
Setelah proses identifikasi, kepolisian memastikan bahwa jasad yang ditemukan merupakan Kunaefi, pria yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya. Kepastian identitas tersebut diperoleh melalui serangkaian proses identifikasi yang dilakukan tim penyidik.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara penyidik juga menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum dinyatakan hilang untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian.
Selain memburu pelaku, polisi juga mendalami motif di balik dugaan pembunuhan sadis tersebut. Berbagai kemungkinan masih terus didalami, termasuk hubungan korban dengan pihak-pihak yang diduga mengetahui keberadaannya sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait aktivitas korban maupun mengetahui peristiwa yang berkaitan dengan kasus tersebut agar segera melapor. Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengungkapan kasus.
Kasus mutilasi ini menjadi perhatian publik karena dinilai sebagai tindak kejahatan yang sangat serius. Polisi menegaskan akan mengusut tuntas perkara tersebut dan memastikan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

