Balai Kota Bogor Jadi Ajang Silaturahmi 508 Delegasi ISEI

 

Bogor,Denting.id – Plaza Balai Kota Bogor menjadi lokasi welcoming dinner dalam rangkaian Sidang Pleno XXV dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Tahun 2026, Rabu (26/8/2026) malam.

Para delegasi dari berbagai daerah di Indonesia disambut langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi. Sejumlah petinggi Pengurus Pusat (PP) ISEI turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Denny menyampaikan selamat datang kepada seluruh keluarga besar ISEI yang hadir di Kota Bogor. Ia mengatakan, Pemkot Bogor merasa terhormat menjadi tuan rumah pertemuan para ekonom, akademisi, praktisi, dan pemikir ekonomi dalam forum tersebut.

Sidang Pleno XXV dan Seminar Nasional ISEI berlangsung selama tiga hari dengan mengusung tema “Mendorong Stabilitas Ekonomi Dinamis, Hilirisasi, Industrialisasi, serta Ekonomi Kerakyatan Menuju Indonesia Maju.”

Menurut Denny, tema tersebut relevan dengan tantangan pembangunan nasional saat ini. Pertumbuhan ekonomi dinilai tidak hanya harus tinggi, tetapi juga tangguh, produktif, inklusif, serta mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Tema ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan nasional saat ini. Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tangguh, produktif, inklusif, serta mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Denny.

Ia menambahkan, hilirisasi dan industrialisasi harus mampu memperkuat perekonomian nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, serta mendorong UMKM dan pelaku ekonomi kerakyatan untuk berkembang dan naik kelas.

Dalam konteks tersebut, ISEI dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani pemikiran akademik, kebutuhan dunia usaha, dan kebijakan pemerintah.

“Kami berharap Sidang Pleno dan Seminar Nasional ini menghasilkan gagasan serta rekomendasi konkret untuk memperkuat perekonomian nasional dan daerah,” katanya.

Bagi Kota Bogor, lanjut Denny, pembahasan mengenai ekonomi juga memiliki relevansi yang kuat. Sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek, perekonomian Kota Bogor ditopang sektor perdagangan, jasa, pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Ia menekankan, pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata diukur melalui angka, tetapi juga harus berdampak terhadap pembukaan lapangan kerja, penguatan usaha lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga forum ini melahirkan gagasan, rekomendasi, dan kolaborasi nyata untuk memperkuat perekonomian menuju Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PP ISEI, Retno Ekaputri mengatakan, Sidang Pleno dan seminar nasional merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang bagi para pengurus cabang ISEI dari berbagai daerah untuk bertukar pikiran dan mencari gagasan bagi perekonomian Indonesia.

Retno menyebut terdapat 508 peserta yang mengikuti rangkaian Sidang Pleno XXV tersebut.

“Saya menyambut baik partisipasi dari semua ketua cabang. Ada total 508 orang berada pada kegiatan pleno kali ini, luar biasa. Mudah-mudahan kontribusi dari ISEI dapat menjadi sumbangsih bagi perekonomian. Akademisi, government, dan business bersatu di sini,” ujarnya.

Kegiatan welcoming dinner tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara para delegasi ISEI dari berbagai daerah dengan jajaran Pemerintah Kota Bogor sebelum mengikuti rangkaian agenda sidang pleno dan seminar nasional.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai