Tur Nusantara Hari ke-110, Amsal Sitepu Lirik Potensi Pariwisata dan Ekraf Banggai Laut

Banggai Laut, Denting.id – Perjalanan ekspedisi keliling Indonesia bertajuk “131 Hari Jalan Nusantara” yang dilakukan oleh Ketua DPC Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Karo, Amsal Sitepu, kini telah menapaki hari ke-110.

Dalam persinggahannya kali ini, Amsal memfokuskan tujuannya untuk meninjau langsung besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah.

​Tiba dengan menyeberangi jalur laut setelah sebelumnya menempuh perjalanan darat dari Sabang, kehadiran Amsal di Banggai Laut dimanfaatkan untuk mengunjungi sejumlah objek wisata dan situs bernilai budaya.

​Selain turun ke lapangan, Amsal turut menggelar sesi sharing bersama para pelaku ekraf setempat yang difasilitasi oleh GEKRAFS Kabupaten Banggai Laut pada Senin (24/8/2026). Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar di sektor kuliner, kriya, dan fesyen yang harus terus digali.

​”Ekonomi kreatif merupakan gelombang ekonomi baru yang berpusat pada ide, gagasan, kreativitas dan juga bakat. Potensi ini yang perlu terus dikembangkan oleh para pelaku di setiap daerah,” kata Amsal.

​Pemilihan angka 131 hari dalam tur keliling Nusantara ini membawa makna historis tersendiri bagi Amsal. Angka tersebut merepresentasikan masa 131 hari penahanan yang pernah ia jalani terkait dugaan kasus korupsi proyek video profil desa. Ia kemudian divonis bebas tak bersalah oleh Pengadilan Negeri Medan pada 1 April 2026.

​Pengalaman berhadapan dengan hukum tersebut kini ia jadikan pendorong utama untuk berkeliling negeri, menyerap aspirasi, sekaligus meyakinkan para kreator di daerah agar tidak ragu dalam mengeksekusi ide.

​”Yang kami lakukan bukan hanya menjemput aspirasi, tapi juga membagikan semangat supaya teman-teman di daerah jangan takut berkarya. Kreativitas itu bukan sebuah kejahatan,” tegasnya.

​Suntikan Moral bagi Ekraf Lokal
​Kunjungan inspiratif ini disambut antusias oleh Ketua DPC GEKRAFS Kabupaten Banggai Laut, Fauzan Kaepa. Ia menilai pertukaran wawasan dari pelaku ekraf lintas daerah ini merupakan suntikan moral yang penting, mengingat organisasi yang dipimpinnya baru seumur jagung.

​”GEKRAFS Kabupaten Banggai Laut kurang lebih baru berjalan selama dua minggu. Kami dilantik kurang lebih dua bulan yang lalu secara serentak di Palu, Sulawesi Tengah bersama dengan DPW,” jelas Fauzan.

​Diskusi pengembangan potensi daerah ini juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banggai Laut, Syarif Uda’a, beserta jajaran pengurus Yayasan Banggai Berdampak, dengan harapan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas ke depannya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai