Bahlil Naikkan Target Pemasangan Listrik Baru Jadi 500 Ribu Rumah Tangga pada 2027

Jakarta, Denting.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menaikkan target program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menjadi 400 ribu hingga 500 ribu rumah tangga pada 2027. Target tersebut meningkat hingga dua kali lipat dari rencana awal sebanyak 250 ribu rumah tangga.

Hal itu disampaikan Bahlil saat rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI membahas alokasi anggaran Kementerian ESDM dalam RAPBN 2027, Selasa (1/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Bahlil menyebut anggaran BPBL beserta konsultan pengawas untuk 250 ribu rumah tangga sebelumnya dialokasikan sebesar Rp593,18 miliar. Namun, ia kemudian meminta agar target penerima bantuan ditingkatkan.

“BPBL serta konsultan pengawas untuk 250 ribu rumah tangga sebesar Rp593,18 miliar. Saya tadi baru habis kasih arahan untuk BPBL-nya dinaikkan menjadi 400 sampai 500 ribu rumah tangga, ya Pak Dirjen,” ujar Bahlil.

Bahlil juga meminta anggota DPR ikut membantu pemerintah memetakan wilayah yang masih membutuhkan akses listrik. Menurutnya, para wakil rakyat memiliki pengetahuan lebih mengenai kondisi masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing.

“Jadi saya mohon karena Bapak-bapak yang paling tahu konstituen Bapak-bapak. Ini kan kita mau bikin keadilan sosial, maka kita minta masukan kira-kira daerah mana yang belum ada listriknya kita pasangin semua agar rakyat punya hak untuk diterangi,” tuturnya.

Anggaran BPBL masuk dalam pos Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Secara keseluruhan, anggaran yang diusulkan untuk unit kerja tersebut mencapai sekitar Rp10,44 triliun.

Anggaran itu antara lain mencakup program listrik desa yang dilaksanakan secara multiyears pada 2027-2028 serta konsultan pengawas untuk 1.250 lokasi dengan alokasi sekitar Rp9,67 triliun.

Adapun rincian alokasi anggaran Kementerian ESDM dalam RAPBN 2027 berdasarkan unit kerja yakni Sekretariat Jenderal Rp537,91 miliar, Inspektorat Jenderal Rp122,46 miliar, Ditjen Minyak dan Gas Bumi Rp11,34 triliun, serta Ditjen Ketenagalistrikan Rp10,44 triliun.

Kemudian Ditjen Mineral dan Batu Bara mendapat Rp702,53 miliar, Sekretariat Dewan Energi Nasional Rp81,47 miliar, Ditjen Penegakan Hukum Rp89,38 miliar, BPSDM ESDM Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,82 miliar, BPH Migas Rp474,43 miliar, Ditjen EBTKE Rp1,81 triliun, dan BPMA Aceh Rp109,30 miliar.

Target Produksi Minyak Juga Naik

Selain memperluas akses listrik, Bahlil juga menaikkan target produksi minyak bumi nasional dalam RAPBN 2027 menjadi 612.500 barel per hari (bph).

Target tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan target lifting minyak bumi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 610.000 bph.

Bahlil berharap peningkatan produksi dapat ditopang oleh tambahan produksi dari sumur-sumur baru. Ia mengatakan target tersebut telah dibahas bersama sejumlah kementerian dan pemangku kepentingan terkait.

“Saya beberapa hari lalu sudah melakukan komunikasi dengan beberapa kementerian dan pimpinan yang lain, itu di kisaran 612.500 barel per hari supaya kerja Kepala SKK Migas juga kelihatan,” kata Bahlil, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Bahlil Beberkan Kebutuhan Dana Proyek PLTS 100 GW

Pemerintah berharap peningkatan produksi minyak serta perluasan akses listrik tersebut dapat mendukung ketahanan energi sekaligus memperluas pemerataan pembangunan di berbagai daerah.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai