Iwan Suryawan Minta Pemda Jabar Lindungi ASN dan Petugas Lapangan dari Paparan Abu Vulkanik

Bandung, Denting.id — Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah perlindungan terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan petugas lapangan yang beraktivitas di wilayah terdampak paparan abu vulkanik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Portal Open Data Provinsi Jawa Barat, jumlah ASN/PNS di Jawa Barat mencapai lebih dari 300 ribu orang yang tersebar di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Iwan menyebut wilayah yang terancam paparan abu vulkanik, seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, dan Kota Sukabumi, memiliki puluhan ribu ASN serta pegawai instansi teknis yang tetap menjalankan aktivitas di lapangan.

Di Kabupaten Bogor, misalnya, terdapat sekitar 17 ribu ASN, sedangkan Kabupaten Sukabumi memiliki sekitar 12 ribu ASN. Kondisi tersebut membuat perlindungan terhadap para pegawai, khususnya yang bekerja di ruang terbuka, menjadi hal yang perlu segera diperhatikan.

Menurut Iwan, petugas lapangan seperti personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), petugas kebersihan lingkungan hidup, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi kelompok yang paling rentan terpapar abu vulkanik.

Mereka tetap harus berada di luar ruangan untuk mengatur lalu lintas, menjaga ketertiban, melakukan pembersihan, hingga menangani situasi kebencanaan.

“Untuk petugas teknis seperti Dishub, Satpol PP, dan petugas kebersihan yang harus tetap di jalan, jam kerjanya harus diatur dengan sistem rotasi pendek. Pemda wajib memfasilitasi mereka dengan masker N95 dan kacamata pelindung agar mata serta pernapasan mereka tidak rusak terkena debu silika,” jelas Iwan, (7/9/2026).

Karena itu, Iwan meminta pemerintah daerah menerapkan sistem jam kerja shift pendek atau rotasi bagi petugas yang harus bekerja di luar ruangan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi durasi paparan abu vulkanik terhadap para petugas.

Selain pengaturan jam kerja, pemerintah daerah juga diminta menyediakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, seperti masker N95 dan kacamata pelindung, serta menyiapkan posko kesehatan khusus bagi petugas yang bertugas di lapangan.

Iwan juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap masyarakat umum. Ia mendesak agar pemda menerbitkan imbauan resmi supaya warga membatasi aktivitas di luar ruangan dan menunda kegiatan yang tidak mendesak selama kondisi paparan abu vulkanik masih berlangsung.

Baca juga: Kado HUT ke-81 RI, Iwan Suryawan Apresiasi Ekonomi Jabar Melompat 5,73 Persen Melebihi Nasional

“Keselamatan masyarakat dan petugas harus menjadi prioritas. Jangan sampai mereka tetap beraktivitas seperti kondisi normal ketika risiko paparan abu vulkanik sedang meningkat,” tegasnya.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai