Jakarta Dilanda Kekeringan, Dinas SDA Siapkan 3 Strategi Atasi Krisis Air

 

JAKARTA, Denting.id – Sejumlah wilayah di Jakarta mulai mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) menyiapkan tiga strategi untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

Ketua Sub Kelompok Pengendalian dan Penyediaan Air Bersih Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI Jakarta, Maman Supratman, mengatakan tiga strategi tersebut mencakup penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Merespons fenomena sumur masyarakat yang mengering di sejumlah wilayah Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan upaya-upaya mitigasi kekeringan akibat musim kemarau,” ujar Maman saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).

Langkah jangka pendek dilakukan dengan mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah yang belum terlayani jaringan air bersih perpipaan.

Untuk jangka menengah, Pemprov DKI menyiapkan pembangunan reservoir komunal serta memperkuat sistem penyediaan air bersih. Sementara strategi jangka panjang dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengolahan air siap pakai yang ditargetkan tersebar secara merata.

Dalam penanganan kekeringan, Dinas SDA bersama PAM Jaya menyiagakan 70 unit mobil tangki air bersih, enam IPA Mobile, dan 22 Kios Air. Fasilitas tersebut disiapkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Selain IPA Mobile, sejumlah instalasi pengolahan air yang dikelola PAM Jaya juga disiagakan. Di antaranya IPA Setu Babakan berkapasitas 30 liter per detik (LPS), IPA Tomang 20 LPS, IPA Danau Sunter Selatan 5 LPS, dan IPA Pompa Ancol 5 LPS.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan secara resmi kepada Dinas SDA DKI Jakarta. Permohonan tersebut akan ditindaklanjuti untuk memastikan pasokan air dapat diterima warga di wilayah terdampak.

Di sisi lain, Dinas SDA mengimbau masyarakat untuk beralih dari penggunaan air tanah ke layanan air bersih perpipaan.

Menurut Maman, penggunaan air perpipaan tidak hanya memberikan pasokan yang lebih stabil, tetapi juga dapat membantu mengurangi risiko penurunan permukaan tanah akibat penggunaan air tanah secara berlebihan.

Pemprov DKI Jakarta terus melakukan langkah mitigasi dan menyiapkan sarana pendukung untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama kemarau berlangsung.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai