TANGERANG, Denting.id — Warga di bantaran Sungai Cimanceuri, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa menggunakan air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi setelah kekeringan berlangsung sekitar lima bulan.
Air sungai digunakan warga untuk berbagai keperluan, mulai dari mandi, mencuci pakaian hingga membersihkan peralatan rumah tangga. Kondisi air yang digunakan warga terlihat keruh dan berbau, sementara tumpukan sampah juga tampak menggenang di sejumlah bagian sungai.
Pantauan di lokasi, Sabtu (19/9/2026), menunjukkan sejumlah warga masih beraktivitas di aliran Sungai Cimanceuri. Meski kondisi air memprihatinkan, warga tetap memanfaatkannya karena tidak memiliki sumber air alternatif di sekitar permukiman.
Warga Keluhkan Gatal-Gatal
Salah seorang warga, Amah, mengatakan masyarakat telah mengandalkan air Sungai Cimanceuri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sekitar lima bulan terakhir.
Menurut Amah, penggunaan air sungai mulai menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada kulit. Ia mengaku mengalami gatal-gatal hingga muncul bintik-bintik pada tangan.
“Sudah gatal-gatal, ini tangan saya sudah mulai bintik-bintik, digaruk malah makin tambah gatal dan berbekas. Semenjak gatal-gatal saya pakai air galon untuk mandi,” kata Amah.
Selain mengalami gangguan pada kulit, Amah mengatakan dirinya juga sempat mengalami demam dan batuk selama musim kemarau.
Untuk kebutuhan minum, Amah mengaku harus membeli air isi ulang. Ia juga menyebut belum mendapatkan bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Tangerang selama lima bulan kekeringan.
“Enggak pernah ada bantuan air bersih dari pemerintah selama ini. Untuk minum kami beli air isi ulang,” ucapnya.
Amah berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Menurutnya, pasokan air bersih sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
BPBD Klaim Rutin Salurkan Air Bersih
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi telah rutin menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan.
“Bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih,” ujar Taufik.
Taufik juga meminta jajaran pejabat di tingkat wilayah untuk terus memantau kondisi masyarakat dan segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Ia mengimbau kepala desa dan lurah melakukan pemantauan melalui ketua RT dan RW. Apabila terdapat kebutuhan air bersih, laporan dapat disampaikan kepada Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang melalui layanan darurat 112.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan distribusi air bersih menjangkau warga yang terdampak kekeringan, khususnya masyarakat yang tidak memiliki sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

