SUKABUMI, Denting.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melakukan pengujian sistem peringatan dini tsunami atau early warning system (EWS) dengan mengecek aktivasi sirine di sejumlah titik, Sabtu (26/9/2026).
Pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan peringatan dini tsunami, mengingat wilayah pesisir selatan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi ancaman tsunami.
Manager Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan uji aktivasi dilakukan untuk mengetahui kinerja sirine apabila sewaktu-waktu terjadi bencana tsunami.
“Pengetesan atau uji coba aktivasi dilakukan untuk meninjau kinerja alat pada saat terjadi bencana tsunami di wilayah Kabupaten Sukabumi,” kata Daeng, Sabtu (26/9/2026).
Pengujian dipusatkan dari kantor BPBD Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Cikembar. Pemantauan dilakukan melalui satu room utama aktivasi dan lima site yang tersebar di sejumlah lokasi.
Hasil pengujian menunjukkan sebagian besar sirine dapat berfungsi dengan baik. Namun, terdapat satu lokasi yang mengalami gangguan pada keluaran suara.
Gangguan tersebut ditemukan di SDKP Site yang berada di kawasan Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu. Pada saat pengujian, suara sirine terdengar terputus dan hilang.
Sementara itu, sirine di Balawista Site terpantau berfungsi dengan baik.
Kondisi serupa juga ditemukan di Gedung Geopark Information Center Site dan Kelurahan Palabuhanratu. Kedua perangkat tersebut dapat berfungsi dengan baik saat dilakukan pengujian.
Pengujian juga dilakukan di kawasan Pantai Loji, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Sirine di lokasi tersebut berfungsi dengan baik meski suara yang dihasilkan dinilai belum terlalu nyaring.
“Sementara di kawasan Pantai Loji di Desa Loji Kecamatan Simpenan, kinerja alat juga berfungsi dengan baik. Hanya suara tidak begitu nyaring,” ujar Daeng.
Uji aktivasi tersebut menjadi bagian dari upaya BPBD Kabupaten Sukabumi memastikan sistem peringatan dini tsunami tetap siap digunakan sebagai salah satu sarana penyampaian informasi kepada masyarakat ketika terjadi potensi tsunami.

