Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kebijakan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam memperkuat ekonomi keluarga, memberantas dugaan pungutan liar (pungli), serta meningkatkan kepedulian sosial di Jawa Barat.
Iwan yang akrab disapa Abah Iwan menegaskan, nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama dalam memperluas kesempatan kerja dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis komunitas menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus meningkatkan kemandirian keluarga.
“Melalui program-program PKS, kami terus mendorong hadirnya jaring pengaman ekonomi berbasis komunitas dan pemberdayaan UMKM lewat Connect Preneur dan Affiliate Preneur,” ujar Iwan di Bandung, (1/10/2026).
Selain mendorong pemberdayaan ekonomi, Iwan mengatakan PKS Jawa Barat juga melakukan langkah pencegahan melalui kegiatan edukasi mengenai bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol), khususnya yang ilegal.
Ia menilai edukasi kepada masyarakat penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai risiko jeratan utang dan dampak judi online terhadap kondisi keuangan serta ketahanan keluarga.
“Secara preventif, PKS Jabar juga mengadakan seminar-seminar edukasi untuk penanganan maraknya judol dan pinjol,” katanya.
Baca juga: Iwan Suryawan Usulkan Green Belt Brigade untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
Iwan juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, alokasi anggaran perlu mendukung penguatan ekonomi keluarga, pemberdayaan UMKM, dan pembukaan lapangan kerja yang bebas dari dugaan praktik pungli.
Ia berharap upaya tersebut dapat memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat sekaligus menciptakan proses rekrutmen tenaga kerja yang transparan dan adil.
Lebih lanjut, Iwan mengajak masyarakat dan pemerintah membangun semangat persaudaraan serta memperkuat keberanian untuk menyuarakan dugaan ketidakadilan.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat ukhuwah dan rasa kekeluargaan antarwarga Jawa Barat. Pemimpinnya berani bersih dan adil, masyarakatnya saling jaga dan berani bersuara menyuarakan dugaan ketidakadilan. Inilah cara sejati kita menjaga Kesaktian Pancasila di tanah Pasundan,” tuturnya.
Iwan berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat integritas dalam pemerintahan, meningkatkan kepedulian antarwarga, serta menghadirkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan masyarakat Jawa Barat.
Editor: Linna Susanti
