Denting.id – Chelsea memasuki paruh musim 2025/2026 dengan kondisi yang belum sepenuhnya stabil, baik di dalam maupun di luar lapangan. Pergantian pelatih serta performa yang masih naik turun membuat manajemen The Blues kembali menata arah tim menjelang bursa transfer Januari.
Pelatih anyar Chelsea, Liam Rosenior, mulai memberikan gambaran mengenai pendekatan klub di bursa transfer mendatang. Ia menegaskan bahwa Chelsea tidak akan bertindak gegabah, meskipun kebutuhan di beberapa posisi—terutama lini belakang—sudah lama menjadi sorotan.
Masalah di sektor pertahanan Chelsea memang sudah muncul sejak awal musim. Cedera serius yang menimpa Levi Colwill serta kegagalan mendatangkan bek tengah baru pada bursa transfer musim panas lalu menjadi latar belakang utama diskusi transfer klub saat ini.
Pada musim panas lalu, Chelsea sempat mengincar bek tengah Bournemouth, Dean Huijsen. Namun upaya tersebut gagal setelah sang pemain memilih bergabung dengan Real Madrid. Situasi kian rumit ketika Levi Colwill mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada awal Agustus, yang membuatnya harus menepi dalam waktu lama.
Saat itu, pelatih kepala sebelumnya, Enzo Maresca, secara terbuka mengungkapkan kebutuhan Chelsea akan tambahan bek tengah.
“Klub tahu persis apa yang saya pikirkan. Saya pikir kami membutuhkan bek tengah. Kami mencari solusi internal, tetapi seperti yang saya katakan, klub tahu persis apa yang saya pikirkan,” ujar Maresca kala itu.
Namun hanya sepekan berselang, Maresca melunakkan pernyataannya dan kembali menekankan pentingnya solusi internal dari skuad yang ada.
“Saya sudah mengatakan bahwa kami mencari solusi internal. Kami mencoba menemukan solusi internal. Saya ulangi lagi. Mungkin saya perlu meningkatkan bahasa Inggris saya,” tambahnya.
Setelah kepergian Maresca dan ditunjuknya Rosenior sebagai pelatih kepala, arah kebijakan Chelsea kembali mengarah pada opsi eksternal. Laporan The Telegraph menyebutkan bahwa The Blues siap bergerak di bursa Januari, meski sebelumnya perekrutan bek tengah direncanakan untuk musim panas.
Chelsea dikabarkan bersedia berkompromi dalam rencana penjualan pemain bertahan demi mendapatkan sosok yang sesuai kebutuhan tim. Sejumlah nama pun mulai dikaitkan, termasuk bek tengah Rennes, Jeremy Jacquet, serta Jacobo Ramon yang dikenal memiliki kemampuan baik dalam membangun serangan dari lini belakang.
Meski demikian, Rosenior menegaskan bahwa setiap keputusan transfer akan diambil dengan penuh pertimbangan.
“Saya pikir jika kami melakukannya, itu harus pemain yang tepat. Kami harus sabar. Saya ingin menilai grup ini, itu sangat penting bagi saya,” ujar Rosenior.
Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan jajaran manajemen klub terus berjalan, namun fokus utamanya tetap pada pemain yang sudah ada di dalam skuad.
Baca juga: Arsenal Taklukkan Chelsea 3-2 di Stamford Bridge, Modal Berharga ke Leg Kedua
“Kami masih punya waktu. Saya dan dewan berbicara setiap hari tentang potensi transfer, baik keluar maupun masuk, tetapi pada saat yang sama saya harus fokus pada pemain yang ada di dalam,” jelasnya.
“Jika saya merasa waktunya tepat atau pemainnya tepat, maka kami akan membuat keputusan itu,” pungkas Rosenior.
