Denting.id – Arsenal meraih kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Premier League di Amex Stadium, Rabu malam. Meski membawa pulang tiga poin penting, laga tersebut diwarnai ketegangan setelah peluit akhir dibunyikan.
Gol cepat Bukayo Saka pada menit kesembilan menjadi penentu kemenangan Arsenal. Hasil itu membuat The Gunners tetap kokoh di puncak klasemen Premier League sekaligus menjaga jarak dari para pesaingnya.
Tambahan tiga poin membuat Arsenal kini unggul tujuh poin dari Manchester City yang pada pertandingan lain hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Nottingham Forest. Sementara itu, Brighton masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen.
Dalam pertandingan tersebut, Arsenal harus bermain tanpa bek andalan mereka, William Saliba, yang absen karena cedera pergelangan kaki. Meski demikian, tim asuhan Mikel Arteta tetap mampu meredam tekanan tuan rumah hingga akhir laga.
Brighton sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Tim tuan rumah mencatatkan penguasaan bola lebih besar serta melepaskan 11 tembakan, dibandingkan tujuh milik Arsenal. Namun, efektivitas menjadi pembeda sehingga Brighton gagal mencetak gol.
Usai pertandingan, pelatih Brighton Fabian Hurzeler melontarkan kritik tajam terhadap cara bermain Arsenal. Ia menilai tim tamu sengaja memperlambat tempo permainan untuk mempertahankan keunggulan.
“Hanya ada satu tim yang mencoba bermain sepak bola hari ini,” ujar Hurzeler kepada media.
Ia juga menyinggung statistik pertandingan yang menurutnya menunjukkan Brighton sebenarnya mampu mengendalikan permainan.
“Statistik tidak pernah berbohong. Kami hanya kebobolan satu tembakan tepat sasaran. Kami memang kurang efektif. Di sepertiga akhir kami seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang,” katanya.
Hurzeler juga menyoroti berbagai momen yang menurutnya membuat tempo pertandingan terputus-putus, termasuk beberapa kali penghentian permainan karena alasan medis di akhir laga.
“Jika mereka memenangkan Premier League, tidak ada yang akan bertanya bagaimana mereka memenangkannya,” ujar Hurzeler.
“Memang pada akhirnya ini soal aturan. Jika wasit membiarkan semuanya, saat ini mereka membuat aturan mereka sendiri.”
Ia bahkan mempertanyakan beberapa insiden selama pertandingan.
“Saya hanya ingin bertanya satu hal. Apakah Anda pernah melihat pertandingan Premier League di mana seorang kiper jatuh tiga kali?” tutupnya.
Baca juga: Marcus Rashford Capai Kesepakatan Pribadi untuk Bertahan di Barcelona
Kritik tersebut menambah panas suasana setelah laga, sekaligus memicu perdebatan tentang strategi Arsenal dalam mengelola pertandingan di tengah ketatnya persaingan perebutan gelar liga musim ini.
