Iwan Suryawan Soroti THR dan Ancaman PHK, Dunia Kerja Harus Dibangun atas Kepercayaan

Bandung, Denting.id — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, isu pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kembali menjadi perhatian publik. Di tengah kekhawatiran para buruh terkait potensi keterlambatan pembayaran hingga praktik pemutusan hubungan kerja (PHK) menjelang Lebaran, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, menilai persoalan dunia kerja tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.

Menurutnya, hubungan industrial harus dibangun di atas kepercayaan antara buruh, pengusaha, dan pemerintah agar tercipta rasa aman serta keadilan bagi semua pihak.

“Kalau bicara keadilan di dunia kerja, kita harus melihat dari tiga pihak sekaligus: buruh, pengusaha, dan pemerintah. Ketiganya perlu duduk bersama dengan suasana yang tenang agar ada kesepahaman dan rasa aman bagi semua,” kata Iwan Suryawan yang akrab disapa Abah Iwan dalam podcast Kopi Kerja bertajuk “Mencari Titik Adil Dunia Kerja” pada Ahad (2/3/2026).

Abah Iwan menjelaskan, secara normatif aturan ketenagakerjaan di Indonesia sebenarnya telah dirancang untuk mengakomodasi berbagai kepentingan. Namun, persoalan kerap muncul pada tahap implementasi di lapangan.

Ia mencontohkan, dalam beberapa kasus perusahaan tetap membayarkan THR kepada pekerja, tetapi setelah itu terjadi PHK dengan alasan kondisi keuangan perusahaan yang tidak stabil.

“Kadang THR dilaksanakan, namun setelah itu muncul PHK dengan alasan kondisi keuangan perusahaan. Karena itu, penting ada kejujuran dan komitmen dari semua pihak, serta pengawasan yang kuat dari pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abah Iwan menilai pengawasan pemerintah menjadi kunci agar aturan ketenagakerjaan dapat berjalan dengan baik, terutama terkait kontrak kerja, pembayaran THR, hingga menjaga stabilitas hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja.

Baca juga: Iwan Suryawan Soroti Praktik “Kencleng Jalanan” untuk Pembangunan Masjid di Bulan Ramadan

Ia berharap menjelang Lebaran tahun ini tidak terjadi konflik hubungan industrial yang merugikan pekerja maupun pengusaha, sehingga suasana ekonomi dan sosial tetap kondusif.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai