Drone Ukraina Serang Pangkalan Rusia di Chelyabinsk, Empat Jet Tempur Dilaporkan Rusak

Jakarta, Denting.id – Drone-drone militer Ukraina dilaporkan menyerang situs militer Rusia di wilayah Chelyabinsk yang berjarak sekitar 1.700 kilometer dari perbatasan Ukraina. Serangan ini disebut merusak empat pesawat militer, termasuk dua jet tempur siluman Sukhoi Su-57, satu Sukhoi Su-34, serta satu pesawat lain yang tidak disebutkan jenisnya.

Komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina, Robert Brovdi, mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada 25 April dan menargetkan lapangan terbang Shagol di kawasan tersebut, seperti dikutip Kyiv Independent, Minggu (3/5/2026).

Sebelumnya, Staf Umum Ukraina melaporkan dua jet tempur—Su-57 dan Su-34—hancur dalam serangan tersebut. Namun, data terbaru menunjukkan dampak kerusakan yang lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya.

Serangan ini mencerminkan peningkatan kemampuan Ukraina dalam melancarkan operasi jarak jauh. Drone-drone yang digunakan kini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 2.000 kilometer, sehingga memperluas jangkauan serangan hingga jauh ke dalam wilayah Rusia.

Seiring meningkatnya ancaman tersebut, Kremlin disebut telah memindahkan sebagian besar aset Angkatan Udara ke lokasi yang lebih jauh dari garis depan. Meski demikian, serangan terbaru menunjukkan bahwa langkah tersebut belum sepenuhnya efektif.

Citra satelit yang dibagikan oleh Brovdi memperlihatkan sisa-sisa kendaraan pendukung operasional pesawat Rusia di lokasi serangan. Ia juga menyebut bahwa pesawat-pesawat yang terdampak telah dipindahkan ke hanggar tertutup setelah insiden.

Meski demikian, klaim dari pihak Ukraina belum dapat diverifikasi secara independen, dan pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan ini.

Brovdi menegaskan bahwa penargetan jet tempur seperti Su-34 dan Su-57 memiliki nilai strategis tinggi dalam melemahkan kemampuan serangan Rusia. Su-34 diketahui mampu membawa bom dan rudal berpemandu dengan jangkauan hingga 1.000 kilometer, sementara Su-57 merupakan jet tempur generasi kelima dengan kemampuan siluman yang canggih.

Menurutnya, setiap kerusakan pada armada tersebut akan berdampak langsung pada berkurangnya intensitas serangan udara serta meningkatkan peluang keselamatan warga sipil.

Ia juga mengungkapkan bahwa harga satu unit Su-34 berkisar antara 35 hingga 50 juta dolar AS, sedangkan Su-57 diperkirakan mencapai 100 hingga 120 juta dolar AS.

Serangan ini bukan yang pertama. Ukraina sebelumnya juga melancarkan operasi besar bertajuk Operasi Spiderweb yang menargetkan empat pangkalan udara Rusia. Dalam operasi tersebut, dilaporkan sebanyak 41 pesawat mengalami kerusakan akibat serangan drone yang disamarkan dalam truk.

Baca juga: UEA Serang Kepercayaan Iran, Ketegangan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Melonjak

Sejak saat itu, Ukraina terus meningkatkan tekanan terhadap aset udara Rusia. Serangan lanjutan juga dilaporkan terjadi di wilayah Crimea, termasuk di kota Saky yang dikuasai Rusia, sebagai bagian dari strategi melemahkan kekuatan udara Moskow.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai