MAJALENGKA,Denting.id — Video yang memperlihatkan bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kaki Gunung Ciremai, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, viral di media sosial.
Video tersebut beredar sejak Selasa (4/8/2026) setelah diunggah seorang influencer melalui akun Instagram pribadinya. Rekaman udara menggunakan drone itu memperlihatkan bangunan koperasi yang berdiri di tengah pepohonan dan kawasan perbukitan.
Narasi dalam unggahan tersebut kemudian menimbulkan kesan bahwa lokasi Kopdes berada jauh dari permukiman warga.
“Mau lihat seberapa jauhnya kopdes di kaki Gunung Ciremai ini dari rumah penduduk?” tulis influencer tersebut, dikutip Rabu (5/8/2026).
Namun, penelusuran di lapangan menunjukkan kondisi berbeda dari kesan yang muncul dalam video.
Berada di Pinggir Jalan Kabupaten
Kopdes Merah Putih yang viral tersebut berada di Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.
Bangunan koperasi memang berada di kawasan kaki Gunung Ciremai yang dikelilingi pepohonan dan perbukitan. Namun, lokasinya tidak berada di tengah kawasan yang terisolasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan koperasi berdiri tepat di pinggir jalan kabupaten yang sudah beraspal. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penghubung Kecamatan Argapura dengan Kecamatan Sindang dan digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Arus kendaraan juga masih terlihat melintas di sekitar lokasi. Meski tidak terlalu padat, kendaraan roda dua maupun roda empat datang silih berganti setiap beberapa menit.
Tak Jauh dari Permukiman
Dari sisi jarak, Kopdes Merah Putih tersebut juga tidak terlalu jauh dari permukiman warga.
Lokasinya berjarak sekitar 900 meter dari permukiman warga maupun Kantor Desa Cikaracak.
Sementara itu, jarak menuju desa terdekat, yakni Desa Sangkanurip di Kecamatan Sindang, sekitar 1,5 kilometer.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bangunan Kopdes Merah Putih memang berada di kawasan perbukitan kaki Gunung Ciremai, tetapi akses menuju lokasi cukup terbuka dan terhubung dengan jalan kabupaten.
Dengan demikian, gambaran lokasi yang terlihat terpencil dari udara dalam video viral tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

