Jakarta, Denting.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini konflik militer antara AS dan Iran tidak akan berlangsung lama. Menurutnya, kemampuan Iran untuk bertahan menghadapi serangan pasukan Amerika Serikat semakin melemah sehingga perang diperkirakan akan segera berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara kepada awak media di Oval Office, Gedung Putih, Jumat (7/8/2026). Ia menilai militer Iran sudah berada di ambang batas kemampuan setelah menghadapi gempuran intensif dari pasukan AS.
“Saya pikir perang ini akan berakhir cukup cepat. Saya tidak berpikir mereka (Iran) bisa bertahan jauh lebih lama lagi,” ujar Trump, seperti dikutip Reuters.
Pernyataan itu muncul di tengah laporan Reuters yang menyebut Angkatan Darat Amerika Serikat telah menguras sebagian besar cadangan rudal jarak jauh berpresisi tinggi setelah lima bulan terlibat dalam konflik di Iran.
Saat ditanya mengenai kondisi persediaan amunisi, Trump mengakui bahwa stok sejumlah senjata canggih memang mulai terbatas. Meski demikian, ia menegaskan masih ada jenis amunisi tertentu yang tersedia dalam jumlah sangat besar.
“Kami memiliki jenis amunisi tertentu yang sangat kuat, di mana kami memiliki pasokan yang tak terbatas, secara virtual tak terbatas. Namun, kami juga memiliki jenis senjata lain yang ketersediaannya saat ini jauh lebih terbatas,” kata Trump.
Baca juga: Trump Disebut Murka soal Perang Iran
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah AS kini mempercepat peningkatan kapasitas industri pertahanan dalam negeri. Trump mengatakan perusahaan-perusahaan kontraktor pertahanan tengah memperluas produksi dan membangun fasilitas manufaktur baru guna meningkatkan produksi rudal Patriot dan Tomahawk serta mengisi kembali stok persenjataan yang telah digunakan selama konflik.

