Bandung, Denting.id– Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mengapresiasi capaian makroekonomi regional yang mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,73 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026. Angka tersebut melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
“Usia ke-81 Republik Indonesia bukanlah sekadar angka kronologis, melainkan momentum krusial untuk melakukan lompatan besar melalui kerja nyata, kolaborasi lintas sektor, dan pemerataan kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh rakyat hingga ke pelosok,” ujar Iwan Suryawan seusai memimpin upacara kemerdekaan bersama kader PKS di Pangandaran, Jawa Barat, Senin, (17/8/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, lonjakan ekonomi ini didorong oleh penguatan aktivitas domestik, di mana realisasi konsumsi pemerintah melonjak hingga 40,24 persen. Sementara itu, sektor industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi 39,71 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Selain sektor ekonomi, Iwan turut menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tecermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat di angka 75,90 poin serta Harapan Lama Sekolah (HLS) yang mencapai 13,02 tahun.
“Pendidikan harus terus dikawal agar mampu melahirkan generasi muda yang kompetitif dan menjadi kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan struktural,” tegasnya.
Dalam bidang pembangunan fisik, ia juga menekankan pentingnya pemerataan konektivitas melalui program unggulan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, yaitu “Jabar Istimewa Jalan Leucir”, untuk memangkas hambatan mobilitas ekonomi warga.
“Jalan yang mulus dan merata hingga ke pelosok pedesaan bukan hanya soal mobilitas kendaraan, tetapi juga simbol kelancaran kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Menurut Iwan, capaian pertumbuhan ekonomi yang diraih oleh Provinsi Jawa Barat pada pertengahan tahun 2026 ini menunjukkan ketangguhan fiskal serta daya adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
Keberhasilan dalam menjaga stabilitas pasokan bahan pokok serta kelancaran distribusi logistik lokal menjadi faktor penentu yang membuat daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan inflasi yang melanda berbagai wilayah lain.
Fraksi PKS DPRD Jawa Barat, berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan anggaran agar senantiasa berpihak pada sektor riil, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta penciptaan lapangan kerja baru.
Peningkatan IPM yang menyentuh angka 75,90 poin mengindikasikan bahwa akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan semakin merata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang berada di kawasan perdesaan maupun perkotaan.
Iwan menilai, Harapan Lama Sekolah yang menembus rata-rata 13,02 tahun memberikan sinyal positif bahwa kesadaran masyarakat Jawa Barat terhadap pentingnya menempuh jenjang pendidikan hingga tingkat menengah atas dan perguruan tinggi mengalami peningkatan yang masif.
Melalui program “Jabar Istimewa Jalan Leucir”, kata Iwan, pemerintah daerah bersama DPRD terus menggenjot perbaikan infrastruktur jalan provinsi agar mobilitas hasil pertanian, industri kreatif, serta sektor pariwisata lokal tidak lagi terkendala oleh infrastruktur yang rusak.
Baca juga: Iwan Suryawan Soroti Beban Cicilan Pinjaman Jabar Rp3,4 Triliun
“Infrastruktur jalan yang mantap terbukti mampu memangkas biaya distribusi logistik secara signifikan, sehingga harga komoditas di tingkat konsumen menjadi lebih stabil dan margin keuntungan bagi para petani serta pelaku usaha kecil dapat meningkat,” ungkapnya.
Bagi pimpinan PKS Jabar ini, momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia ini juga dijadikan sebagai ajang konsolidasi internal bagi seluruh kader partai untuk memperkuatsolidaritas sosial dan memperluas jangkauan program pelayanan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kata Iwan, dengan fondasi ekonomi yang kokoh, kualitas SDM yang terus menanjak, serta dukungan infrastruktur yang merata, Jawa Barat optimistis dapat terus menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas.
“Kita bangsa Indonesia, warga Jawa Barat yang penuh historis perjuangan kemerdekaan, harus terus merawat semangat gotong royong dan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan demi mewujudkan keadilan sosial yang merata,” demikian Iwan Suryawan.

