Prabowo Resmikan Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali

Jakarta, Denting.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meresmikan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) tahap pertama.

Peresmian berlangsung di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 15.28 WITA.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir, di antaranya Menko Polkam Djamari Chaniago, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air.

“Program ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil,” kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (25/8).

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pembangunan PLTS 100 GWp dipercepat dan ditargetkan selesai pada 2029.

Program tersebut diperkirakan mampu menghasilkan efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.

Selain pembangunan PLTS, pemerintah juga menargetkan pengembangan 30 GWp PLTS sekaligus penghentian operasional 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

Indonesia sendiri memiliki potensi energi surya mencapai sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp.

Pembangunan PLTS 100 GWp akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama ditargetkan mencapai 17 GWp, kemudian tahap kedua sebesar 18 GWp, dan tahap ketiga mencapai 30 GWp.

Baca juga: Prabowo Interupsi Kapolda Riau, Minta Bukti Keterlibatan Korporasi dalam Karhutla

Pemerintah berharap percepatan pembangunan energi surya tersebut dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pembangkit berbasis energi fosil.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai