Jakarta, Denting.id – Pengamat politik Syahganda Nainggolan menyoroti hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai sikap Prabowo terhadap Gibran hingga kini masih belum terlihat jelas.
Syahganda bahkan membandingkan situasi tersebut dengan hubungan Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. dan Wakil Presiden Sara Duterte. Menurutnya, Prabowo juga memiliki kemungkinan melakukan penyingkiran politik terhadap Gibran.
“Kalau misalkan kita lihat misalkan antara Sarah Duterte di Filipina ya kan wakil presiden dengan Bongbong Marcos misalnya seperti itu. Itu kan penyingkirannya kan penyingkiran politik. Nah, itu juga bisa dilakukan oleh Pak Presiden Prabowo untuk semakin melakukan penyingkiran politik,” ujar Syahganda, Selasa (1/9/2026).
Sebagai informasi, Marcos Jr. dan Sara Duterte sebelumnya maju bersama dalam Pemilu Filipina 2022 melalui aliansi politik UniTeam. Namun, hubungan kedua kubu dinasti politik tersebut kemudian mengalami keretakan dan Sara Duterte dinilai semakin tersisih dari pusat kekuasaan.
Syahganda mengatakan publik selama ini dibuat bertanya-tanya mengenai posisi Gibran dalam pemerintahan Prabowo. Ia menyoroti sejumlah momen ketika Gibran tidak dilibatkan dalam perjalanan dinas maupun tidak mendapatkan peran tertentu dalam pemerintahan.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan pola yang pernah terlihat pada era Wakil Presiden Jusuf Kalla, ketika wapres diberikan kesempatan untuk memimpin rapat tertentu.
“Itu apakah itu yang bener atau yang bener hidup Jokowi, atau pada saat hari ulang tahun kemerdekaan duduk diapit bapak dan anak,” kata Syahganda.
Ia menilai sejumlah momen tersebut menimbulkan persepsi yang beragam di tengah masyarakat mengenai hubungan politik antara Prabowo dan Gibran.
Prabowo Pernah Serukan “Hidup Jokowi”
Sementara itu, Prabowo sebelumnya pernah menunjukkan kedekatan politiknya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Sabtu (15/2/2025), Prabowo secara terbuka menyebut keberhasilan Partai Gerindra meraih kepercayaan rakyat tidak terlepas dari dukungan Jokowi.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah elite Koalisi Indonesia Maju (KIM) serta Jokowi.
“Kita diberi kepercayaan oleh rakyat bersama kawan-kawan kita dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), dan saya katakan di sini bahwa kita berhasil mendapat kepercayaan rakyat karena dukungan teman-teman Koalisi Indonesia Maju semuanya,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian secara khusus menyebut dukungan Jokowi terhadap dirinya dan Partai Gerindra.
Baca juga: Prabowo Resmikan Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali
“Dan saya katakan di sini, kita berhasil karena kita didukung oleh Presiden ke-7 (Jokowi). Tepuk tangannya kurang semangat! Semangat lagi. Hidup Jokowi!” pekik Prabowo.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang kembali disorot dalam pembahasan mengenai hubungan politik Prabowo, Jokowi, dan Gibran.

