Ai Ubah Dunia Kerja, Gen Z Didorong Tingkatkan Kompetensi

Bogor, Denting.id — Persaingan mendapatkan pekerjaan semakin menantang di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja dan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini mendorong generasi Z untuk tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga memperkuat kompetensi, mampu beradaptasi, dan mulai menciptakan peluang kerja.

Hal tersebut disampaikan Nina Kurnia Dewi. Ia menilai generasi Z perlu mampu membaca peluang sekaligus mempersiapkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Sebagai generasi Z saat ini, teman-teman harus bisa melihat dan menyikapi peluang yang tersedia. Pelajari ketentuan dan persyaratan yang berlaku, kemudian siapkan diri dengan kompetensi yang dibutuhkan,” ujar Nina, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perum LKBN ANTARA 2018-2025 Sekaligus Pemberdaya UMKM & Literasi Digital Perempuan.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi juga penting ketika menghadapi kegagalan maupun keterbatasan pengetahuan dan keterampilan. Kondisi tersebut seharusnya menjadi bagian dari proses belajar, bukan alasan untuk berhenti berkembang.

“Jangan sampai ketika menghadapi kegagalan kita kemudian patah semangat. Kita harus mampu beradaptasi dan terus belajar, termasuk ketika masih memiliki kekurangan ilmu dan keterampilan,” katanya.

Nina juga mengingatkan bahwa pengalaman tidak selalu berasal dari pencapaian besar. Kontribusi sederhana yang memberikan manfaat dan dampak positif tetap memiliki nilai.

“Apapun yang kecil, selama bermanfaat dan memberikan dampak, sebenarnya bisa menjadi bagian dari catatan pengalaman kita,” ujarnya.

Bangun Jejaring dan Terus Berkarya

Di tengah persaingan kerja, Nina meminta generasi muda tidak mudah menyerah. Lingkungan pergaulan yang positif dan jejaring yang luas dinilai dapat membantu membuka wawasan serta kesempatan baru.

“Jangan lelah dan jangan patah semangat. Carilah lingkungan pergaulan yang baik, bangun jaringan yang positif, dan teruslah berkarya,” kata Nina.

Ia juga mendorong generasi Z menjadi pembelajar yang cepat karena perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja berlangsung dinamis.

AI Jadi Alat Belajar

Perkembangan AI menjadi salah satu perubahan yang perlu direspons generasi muda. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk belajar dan memperluas pengetahuan, tetapi tetap harus dikendalikan oleh manusia.

“Yang mengoperasikan dan mengendalikan harusnya tetap manusia, bukan AI. Kita bisa belajar dari AI, tetapi pengetahuan yang diperoleh tetap harus kita kelola,” ujar Nina Kepala Divisi Pemeringkatan UMKM & Konsultasi Manajemen 2016-2018.

Karena itu, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan penguasaan hard skill dan soft skill agar generasi muda tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi.

Tak Sekadar Menjadi Pencari Kerja

Nina menilai tantangan dunia kerja perlu direspons dengan perubahan cara pandang. Ketika kesempatan kerja semakin kompetitif, generasi muda juga perlu melihat kebutuhan masyarakat sebagai peluang untuk menciptakan pekerjaan.

“Saat ini kondisi mungkin belum terlalu ramah bagi para pencari kerja. Karena itu, yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana menciptakan pekerjaan,” ujar Nina.

Kebutuhan masyarakat, termasuk di bidang komunikasi, dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menawarkan keahlian sekaligus menciptakan peluang baru.

Dengan memperkuat kompetensi, memperluas jejaring, terus belajar, dan memanfaatkan teknologi secara bijak, generasi Z diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan kesempatan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai