Iwan Suryawan Minta Pemda Siaga Bencana di Jalur Puncak Bogor-Cianjur

Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, meminta pemerintah daerah tidak bersikap pasif dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, terutama di kawasan Jalur Puncak Bogor-Cianjur, Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini tanpa menunggu laporan kerusakan atau jatuhnya korban akibat bencana.

Menurut Iwan, pemeriksaan keretakan tebing, pembenahan fungsi drainase, hingga pemangkasan pohon tua yang berpotensi tumbang harus segera dilaksanakan secara masif.

Ancaman cuaca ekstrem di kawasan pegunungan perlu diantisipasi secara serius. Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pembentukan awan Cumulonimbus dapat memicu hujan lebat berdurasi panjang yang disertai angin kencang dan kilat.

Iwan menilai, kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat tingginya angka kejadian bencana di Kabupaten Bogor dan Cianjur.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, tercatat sebanyak 1.826 kejadian bencana sepanjang 2025 yang mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Ancaman bencana berlanjut pada awal 2026. BPBD Kabupaten Bogor mencatat 241 kejadian bencana hanya dalam periode Januari 2026.

“Penyisiran potensi bahaya dan pembenahan tata ruang sejak dini adalah kunci utama agar tragedi bencana tidak kembali terulang dan keselamatan warga terjaga,” kata Iwan.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Cianjur mencatat 243 kejadian bencana sepanjang 2025 yang berdampak terhadap 12.953 jiwa. Bencana kembali terjadi pada Januari hingga Maret 2026 dengan total 41 kejadian.

Baca juga: Iwan Suryawan Tekankan Pentingnya Peran Dewan Pakar dan Penasihat PKS

Pada awal 2026, bencana tanah longsor, pergerakan tanah, dan banjir menjadi ancaman yang perlu diwaspadai seiring kondisi cuaca ekstrem.

Melihat tingginya angka kejadian bencana di kedua wilayah tersebut, Iwan meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan Cianjur memperkuat kesiapsiagaan di kawasan Puncak.

Ia mendorong penyiagaan tim gabungan, pengerahan personel BPBD selama 24 jam, serta penempatan alat berat di sejumlah lokasi strategis yang berpotensi terdampak bencana.

Menurutnya, kesiapan personel dan peralatan harus diiringi dengan pemetaan titik rawan serta langkah mitigasi yang berkelanjutan.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mempercepat penanganan ketika bencana terjadi sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material bagi masyarakat di sepanjang Jalur Puncak Bogor-Cianjur.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai