Bandung, Denting.id – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan menyerukan pentingnya peran aktif 3,7 juta pelajar dan mahasiswa di Jawa Barat untuk menjadi agen perubahan daerah, Rabu (28/10/2026).
Iwan menekankan bahwa keberadaan jutaan generasi terdidik tersebut merupakan kekuatan intelektual utama yang harus dioptimalkan untuk kemajuan Tatar Pasundan.
Berdasarkan data Dapodik Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek, Jawa Barat saat ini tercatat memiliki 2,88 juta siswa jenjang SMA, SMK, dan MA.
Selain itu, terdapat pula lebih dari 856 ribu mahasiswa aktif yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Barat.
“Dengan 3,7 juta pelajar dan mahasiswa yang ada, pemuda adalah aset terbesar kita. Sumpah Pemuda harus jadi momentum mengalirkan potensi ini menjadi aksi nyata bagi masyarakat,” ujar Iwan di Bandung.
Ia menilai bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci utama agar potensi besar generasi muda Pasundan tidak terbuang sia-sia.
Iwan mengapresiasi berbagai langkah konkret daerah yang menyentuh langsung persoalan pendidikan masyarakat di tingkat akar rumput.
Salah satu yang dicermati adalah Program Tebus Ijazah di Kota Bogor yang lahir dari inisiatif serta kolaborasi DPRD Kota Bogor bersama Pemkot Bogor.
Melalui alokasi APBD daerah, program kolaboratif di Kota Bogor tersebut tercatat berhasil menyerahkan kembali 988 ijazah lulusan SMA, SMK, dan MA yang sempat tertahan.
“Langkah nyata seperti tebus ijazah di Kota Bogor terbukti menyelesaikan masalah riil masyarakat dan mengembalikan hak anak-anak kita untuk meraih masa depan,” kata Iwan.
Di tingkat provinsi, Iwan menyoroti deretan langkah pembenahan sistem pendidikan yang digulirkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), mulai dari reformasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang transparan dan berkeadilan.
Selain itu, Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan KDM juga memperkuat pendidikan karakter terpadu serta menata penyaluran fasilitas sekolah demi mengejar target angka partisipasi sekolah hingga 100 persen di tingkat menengah.
“Inisiatif tebus ijazah di daerah hingga reformasi pendidikan oleh Gubernur KDM adalah komitmen nyata Pemprov dan DPRD agar tidak ada lagi anak Jabar yang terputus akses pendidikannya,” tegas Iwan.
“Anak muda Jabar harus adaptif, mandiri, dan berdaya saing. Bersama Pemprov, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat, kita optimistis Jawa Barat semakin maju dan istimewa,” pungkasnya.

