Iwan Suryawan Minta Lereng Bekas Karhutla Diperiksa, Waspadai Longsor dan Banjir Bandang

Bandung, Denting.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Iwan Suryawan meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memeriksa kondisi lereng gunung dan memulihkan hutan yang rusak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah tanah longsor dan banjir bandang saat memasuki musim hujan.

Iwan mengatakan, kondisi tanah di kawasan perbukitan berpotensi menjadi lebih rentan setelah mengalami karhutla dan kemarau. Ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut, risiko longsor dan banjir bandang dapat meningkat.

“Pasca-karhutla dan kemarau kemarin, tanah perbukitan jadi rapuh dan susah menyerap air. Begitu diguyur hujan deras di akhir Oktober ini, risikonya sangat besar terjadi tanah longsor dan banjir bah dari atas gunung,” kata Iwan di Bandung, Kamis (29/10/2026).

Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menganggap sepele ancaman bencana di kawasan dataran tinggi, terutama ketika intensitas hujan mulai meningkat.

Berdasarkan rekapitulasi data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga Oktober 2026, Iwan menyebut terdapat lebih dari 488 kejadian bencana alam di Jawa Barat. Kejadian tersebut didominasi tanah longsor dan banjir bandang di wilayah pegunungan.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Iwan mengusulkan pemetaan ulang zona rawan bencana di sejumlah daerah, antara lain Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Garut, dan Tasikmalaya.

“Lereng gunung yang gundul atau sempat terbakar harus segera ditanami kembali dengan pohon berakar kuat agar struktur tanah terkunci dan tidak gampang erosi saat hujan lebat,” tegasnya.

Baca juga: Iwan Suryawan Minta BPBD Jabar Perkuat Edukasi Mitigasi Bencana

Selain pemulihan vegetasi, Iwan meminta petugas di lapangan segera memeriksa kondisi fisik tebing, saluran air di kawasan pegunungan, serta tanggul penahan lumpur.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan tidak ada sumbatan material sisa kebakaran yang dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir bandang.

Ia berharap langkah mitigasi dilakukan segera agar potensi bencana di kawasan rawan dapat ditekan selama musim hujan berlangsung.

Editor: Linna Susanti

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai