Iwan Suryawan Resmikan Rumah Pemberdayaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas di Bogor, Siap Direplikasi se-Jawa Barat

Bandung, Denting.id — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Barat, Iwan Suryawan atau yang akrab disapa Abah Iwan, meresmikan Rumah Pemberdayaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas di Jalan Jabaru 4 RT 04/RW 05, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu (28/6/2026).

Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen PKS Jawa Barat dalam menghadirkan program yang berpihak kepada kelompok masyarakat rentan dan penyandang disabilitas. Kehadiran Abah Iwan sekaligus menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat rentan menjadi salah satu agenda prioritas dan strategis partai di tingkat wilayah.

Dalam sambutannya sebelum prosesi pemotongan pita, Abah Iwan menginstruksikan seluruh jajaran struktural dan kader PKS agar menjaga konsistensi serta keberlanjutan program tersebut sehingga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

“Peresmian hari ini barulah awal dari perjuangan panjang. Saya menginstruksikan kepada seluruh elemen partai untuk konsisten mengawal program ini. Rumah Pemberdayaan harus benar-benar hidup, menjadi tempat yang ramah, hangat, dan produktif bagi masyarakat rentan. Mari kita jadikan politik sebagai sarana terbaik untuk menebar kemaslahatan dan memuliakan sesama,” tegas Abah Iwan.

Program yang diinisiasi PKS Kota Bogor itu juga diproyeksikan menjadi model yang akan diterapkan di berbagai daerah di Jawa Barat. Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas (PMRD) DPW PKS Jawa Barat, Dadan Surya Negara, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan program tersebut.

“Apa yang diinisiasi oleh PKS Kota Bogor hari ini adalah sebuah langkah konkret yang luar biasa. Struktur PMRD di tingkat wilayah sangat mendukung penuh, dan kami berharap Rumah Pemberdayaan ini dapat direplikasi di kota dan kabupaten lain di Jawa Barat agar kebermanfaatannya semakin meluas,” ujar Dadan.

Baca Juga:  Dinar Candy Belum Siap Menikah dengan Resul: “Takut Dikekang” Jakarta, Denting.id – Dinar Candy belum ingin terburu-buru membawa hubungannya dengan Resul ke jenjang pernikahan. Meski keduanya belakangan kerap tampil bersama dan menjadi perhatian publik, Dinar mengaku masih memiliki sejumlah pertimbangan sebelum memutuskan untuk menikah. Saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026), perempuan 33 tahun itu mengatakan dirinya maupun Resul belum siap membangun rumah tangga. Menurut Dinar, Resul masih tergolong muda dan tengah fokus membangun karier. Sementara dirinya masih aktif menjalani pekerjaan sebagai DJ. “Ya didoain aja. Karena kan akunya juga enggak siaplah, belum, belum, belum siap juga. Dianya juga masih muda, masih berkarier,” ujar Dinar. Dinar mengatakan salah satu hal yang menjadi pertimbangannya adalah kesiapan Resul secara karier. Ia berharap sang kekasih nantinya sudah memiliki usaha dan kehidupan yang lebih mapan sebelum mereka memutuskan menikah. “Belum siap, karena aku masih nge-DJ, pertama. Kedua, dia masih muda juga. Nanti kalau dia udah punya usaha,” katanya. Di tengah sorotan mengenai kedekatan mereka, Dinar justru menggambarkan hubungannya dengan Resul sebagai hubungan yang penuh canda. Ia bahkan mengibaratkan dinamika keduanya seperti hubungan ibu dan anak. “Aku tuh kayak sama dia tuh konsepnya kayak emak sama anak. Kayak lucu-lucuannya ya, kayak kita kan berteman tuh suka bikin konten tiap hari, kayak ‘Kamu jadi mama aku ya?’, ‘Iya, tenang anakku’, kayak gitu,” tutur Dinar. Meski tidak menutup kemungkinan menikah di masa mendatang, Dinar menegaskan dirinya tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru. Pengalaman dalam hubungan sebelumnya membuatnya kini lebih berhati-hati dalam menentukan pasangan hidup. Ia juga memiliki kekhawatiran akan kehilangan kebebasan setelah menikah. “Iya, aku enggak mau buru-buru, takut. Takut dikekang,” pungkasnya.

Peluncuran Rumah Pemberdayaan dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan masyarakat rentan dan penyandang disabilitas se-Kota Bogor. Hadir pula perwakilan Dinas Sosial, Lurah Pasir Kuda, Ketua RT dan RW setempat, serta Ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan, Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas (BPKMRD) DPD PKS Kota Bogor, Mulyani.

Pada kesempatan tersebut, PKS juga menyalurkan bantuan secara simbolis berupa kursi roda dan alat bantu dengar kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat rentan.

Ketua DPD PKS Kota Bogor, Adityawarman Adil, menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan dari DPW PKS Jawa Barat agar Rumah Pemberdayaan menjadi jembatan dalam mewujudkan keadilan sosial.

“PKS Kota Bogor ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang merasa ditinggalkan. Rumah Pemberdayaan ini adalah bukti komitmen kami untuk terus melayani dan mengadvokasi hak-hak masyarakat rentan,” kata Adityawarman.

Sementara itu, Mulyani menjelaskan bahwa Rumah Pemberdayaan akan memberikan layanan secara terpadu, mulai dari pendampingan kesehatan, akses pendidikan informal, hingga pelatihan keterampilan bagi para penerima manfaat agar mampu hidup lebih mandiri.

Baca juga: Iwan Suryawan Dorong Satgas MBG Segera Dibentuk

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas Rumah Pemberdayaan oleh Abah Iwan bersama jajaran pengurus wilayah dan daerah, aparatur setempat, serta ramah tamah bersama masyarakat penerima manfaat. PKS berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat menjadi pusat pemberdayaan yang berkelanjutan sekaligus direplikasi di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Bagikan Artikel:

Mungkin Anda Menyukai