Bogor, Denting.id– Dari atas perbukitan Desa Gadog, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, panorama kawasan Puncak terlihat membentang luas. Menjelang sore, langit mulai berubah warna ketika matahari perlahan turun di balik perbukitan.
Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan aroma kopi hangat. Pengunjung duduk di saung sembari menikmati pemandangan dari ketinggian.
Sulit membayangkan tempat tersebut dulunya hanya berupa hamparan ilalang.
Tak ada kafe, saung, maupun tempat khusus untuk menikmati panorama Puncak. Perubahan mulai terjadi ketika BUMDes Maju Sejahtera melihat potensi alam tersebut sebagai peluang untuk menggerakkan perekonomian warga.
Alih-alih membangun destinasi wisata mewah, BUMDes memilih konsep sederhana. Pengunjung cukup datang, menikmati kuliner tradisional dengan harga terjangkau, sekaligus mendapatkan panorama alam yang menjadi daya tarik utama.
“Konsepnya sederhana. Kami menawarkan wisata murah dengan panorama yang mewah. Dengan Rp20.000, pengunjung sudah bisa menikmati sajian makanan dan minuman sambil menikmati panorama alam Puncak,” ujar Direktur BUMDes Maju Sejahtera, Dedi, Senin (3/8/2026).
Destinasi tersebut kini dikenal dengan nama Cikopi Hideung.
Berawal dari BUMDes yang Hampir Tak Bergerak
Keputusan mengembangkan wisata tidak muncul begitu saja. Ketika Dedi dipercaya memimpin BUMDes pada 2021, kondisi unit usaha yang ada sebelumnya belum memberikan dampak ekonomi berarti bagi desa.
Salah satunya usaha simpan pinjam yang menghadapi banyak kredit bermasalah. Kondisi tersebut membuat aktivitas usaha BUMDes nyaris tidak berjalan.
Setelah melalui masa transisi sekitar satu tahun, Dedi bersama pengurus memilih mengubah arah usaha dengan memanfaatkan potensi alam Desa Gadog.
“Setelah melalui masa transisi sekitar satu tahun, saya bersama pengurus BUMDes memutuskan mengembangkan sektor pariwisata,” katanya.
Penyertaan modal desa pun tidak lagi dipandang sebatas pemberian dana tunai.
Dedi mengusulkan agar modal desa diwujudkan dalam bentuk pembangunan fasilitas dasar di kawasan Cadas Gantung, Gunung Kasur.
Usulan itu kemudian diwujudkan melalui pembangunan saung, area kuliner, spot foto, toilet, hingga tempat parkir.
Fasilitas sederhana tersebut menjadi awal berkembangnya kawasan wisata Cikopi Hideung.
Dari Ilalang hingga Beri Dividen ke Desa
Kawasan wisata itu perlahan berkembang. Area yang dikelola kini mencapai sekitar 300 meter persegi dan dilengkapi sejumlah aset penunjang.
Perkembangan tersebut mulai memberikan dampak terhadap keuangan desa.
“Aset BUMDes juga terus bertambah, sehingga sekarang kami sudah bisa memberikan dividen ke kas desa,” ujar Dedi.
Cikopi Hideung menawarkan panorama Puncak sebagai daya tarik utama. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai makanan tradisional dengan harga yang relatif terjangkau.
Pertunjukan musik langsung turut digelar untuk menghidupkan suasana.
Lokasi wisata tersebut beroperasi mulai pukul 14.00 WIB hingga 23.00 WIB. Waktu sore menjadi salah satu periode yang paling banyak diminati pengunjung karena mereka dapat menikmati matahari terbenam dari atas perbukitan.
“Pengunjung biasanya datang sore hari untuk melihat matahari terbenam sambil ngopi dan berfoto dengan latar panorama Puncak,” kata Dedi.
Siapkan Camping Ground dan Wahana ATV
Pengembangan Cikopi Hideung belum berhenti.
BUMDes Maju Sejahtera kini menyiapkan kawasan camping ground di atas lahan sekitar tiga hektare. Pengelolaannya direncanakan dilakukan bersama Karang Taruna Desa Gadog.
Selain camping ground, BUMDes juga tengah menyiapkan lintasan untuk wahana ATV mini.
Saat ini, BUMDes telah memiliki delapan unit ATV. Lintasan sedang ditata agar dapat digunakan sebagai salah satu wahana baru.
“Kami punya aset delapan unit ATV. Sekarang sedang menata lintasannya agar bisa dimanfaatkan sebagai salah satu wahana wisata di kawasan ini. Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa beroperasi,” ujarnya.
Masih Ada 11 Hektare Aset Desa
Potensi wisata Desa Gadog ternyata masih cukup luas.
Pemerintah Desa Gadog disebut memiliki lahan perbukitan sekitar 11 hektare di kawasan Cipanas. Lahan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sekaligus sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
Dedi mengatakan pemanfaatan aset tersebut akan dilakukan secara bertahap, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga.
“Target kami tentunya aset desa itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan menjadi sumber ekonomi baru bagi desa. Tentu pengembangannya akan dilakukan secara bertahap, termasuk dengan membuka peluang kerja sama bersama pihak ketiga,” katanya.
Bagi BUMDes Maju Sejahtera, perubahan Cadas Gantung menjadi Cikopi Hideung menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi desa tidak selalu membutuhkan bangunan megah.
Hamparan ilalang, panorama Puncak, dan pengelolaan sederhana justru mampu menjadi modal awal untuk menciptakan ruang wisata sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi desa.

